Surabaya, syiarmu.com – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Mudisa sukses menyelenggarakan kegiatan TALK (Temu Aksi dan Literasi Kritis) pada Ahad (15/2/2026). Acara yang bertempat di Taman Bungkul ini dirancang sebagai wadah bagi para pelajar untuk mengkaji topik-topik krusial guna meningkatkan kemampuan literasi dan keberanian berpendapat di forum publik.
Sesuai dengan rencana pelaksanaannya, forum ini merupakan bagian dari agenda rutin yang diadakan dua kali dalam satu periode kepengurusan. Pada kesempatan kali ini, TALK mengusung konsep diskusi kelompok yang interaktif dan kreatif.
Kegiatan diawali dengan pembagian peserta ke dalam 5 kelompok, di mana masing-masing kelompok terdiri dari 6 orang. Setiap kelompok kemudian diberikan sebuah studi kasus mengenai dinamika organisasi untuk dibedah bersama.

Dalam sesi diskusi, para peserta tampak antusias membahas permasalahan yang ada dan merumuskan solusi kolektif. Tidak hanya sekadar berdiskusi, setiap kelompok juga ditantang untuk menuangkan hasil pemikiran mereka ke dalam sebuah poster kreatif menggunakan alat-alat yang telah disediakan oleh panitia.
Puncak acara ditandai dengan sesi presentasi, di mana setiap kelompok menampilkan poster mereka dan menjelaskan hasil diskusinya di hadapan seluruh peserta. Forum ini menjadi ruang dialektika yang hangat, di mana kritik dan saran mengalir secara sehat.

“Dari Talk kita dapat banyak pendapat mengenai masalah organisasi dan banyak solusi. Forum diskusi kecil menyatukan pendapat dan melatih kader untuk berfikir kritis untuk mengatasi sebuah masalah,” ujar ketua penyelenggara talk.
Acara berjalan dengan lancar dan kondusif hingga akhir. Melalui kegiatan TALK ini, diharapkan kader IPM tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan nalar kritis yang tajam dalam menghadapi berbagai isu organisasi maupun kemasyarakatan. (H.N. Mukhbita/Fikri)
