Surabaya, syiarmu.com – Suasana aula Al Husna SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) tampak berbeda pada Jumat (27/2/2026). Seluruh siswa kelas 9 mendapat penguatan motivasi dari motivator nasional Ferry Yudi Antonis Saputra SHI MPdI C.STMI. Tema kegiatan ini adalah mencetak generasi beradab, berilmu, dan berkarakter di era digital.
Ketua MPKS PDM Surabaya itu mengawali pemaparan dengan menunjukkan suatu realita. Kenyataan yang dimaksud adalah dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dunia lebih prihatin terhadap kera yang ditinggal induknya daripada anak-anak Palestina yang kehilangan kedua orang tuanya.
“Dunia digital saat ini menjauhkan generasi dari Al-Qur’an. Anak remaja lebih suka bermain HP untuk bermain game bersama. Remaja saat ini juga melek IT, tapi minim empati,” imbuhnya.

Para siswa juga dimotivasi agar naik level dan lebih dewasa karena sudah kelas 9. Harapannya, para siswa menjadi anak yang luar biasa. “Jangan terlalu dekat dengan teman. Teman akan bisa meninggalkan kalian ketika kesusahan,” tegasnya.
Ferry lantas mengatakan bahwa orang tualah yang akan selalu berjuang untuk anaknya. Oleh karena itu, hendaknya anak menjadi penyejuk hati. “Lunakkan hati kalian. Suara kesedihan orang tua kalian tidak akan diucapkan kepada kalian,” ujarnya.
Para siswa juga diingatkan untuk tidak berkata buruk kepada orang tua. Hal itu senada dengan terjemahan surah Al Isra’ ayat ke-23 yang artinya:
“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”


Berkaitan dengan remaja tentu tidak lepas dari perundungan dengan segala bentuknya. Menurut Ferry, perundung adalah orang yang kesepian dan ingin mendapat validasi serta pengakuan. Para siswa pun diimbau tidak takut terhadap perundung.
Jelang akhir materi, Ferry memaparkan bahwa di sepanjang hidup selalu ada malaikat yang mengawasi. Oleh karena itu, para siswa harus lebih baik setiap harinya. “Cintai Tuhan dan sayangi orang tua. Buatkan makanan atau minuman kesukaan orang tua kalian dari tangan kalian sendiri,” pungkasnya.
Kegiatan kali ini tak hanya pemberian motivasi. Ada pula menonton cuplikan film inspiratif, tanya jawab interaktif, dan doa bersama untuk kebaikan orang tua. (Fikri)
