Surabaya, syiarmu.com – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah 1 Surabaya kembali menunjukkan tajinya dalam bidang kewirausahaan pada Kamis (26/2/2026). Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, mereka resmi menghidupkan kembali unit usaha kreatif Dapoer PKK.
Inisiatif ini bukan sekadar aktivitas berjualan musiman, melainkan wujud nyata implementasi dakwah ekonomi di kalangan pelajar atau yang akrab disapa para Mudivers.
Dapoer PKK hadir sebagai wadah bagi para kader untuk mengasah mentalitas wirausaha sejak dini. Di sini, siswa belajar langsung mengenai rantai pasok sederhana, manajemen stok, hingga teknik pelayanan pelanggan (service excellence) yang menjadi modal berharga di dunia kerja maupun usaha nantinya.

Di tengah naiknya harga berbagai kebutuhan pokok, Dapoer PKK tetap berkomitmen menyediakan menu berbuka yang terjangkau bagi kantong pelajar tanpa mengurangi kualitas dan rasa. Tahun ini, tim kreatif menonjolkan tiga produk unggulan yang telah melalui riset selera pasar Mudivers:
Roti Vla Cokelat & Vanila (Rp2.500): Menghadirkan tekstur roti yang empuk dengan isian vla buatan sendiri yang melimpah, menjadi solusi energi cepat saat berbuka.
Martabak Sostel (Rp2.500): Sebuah inovasi camilan gurih yang memadukan sosis dan telur dengan bumbu rempah rahasia, sangat digemari karena kelezatannya.

Es Teh Segar (Rp3.000): Minuman legendaris yang disajikan dingin untuk melepaskan dahaga setelah seharian berpuasa.
Salah satu anggota PKK dalam keterangannya menekankan bahwa proyek ini bertujuan untuk melatih kemandirian kader.
“Kami percaya bahwa kader IPM harus berdaya secara ekonomi. Dapoer PKK adalah laboratorium kami untuk belajar berbisnis secara jujur dan kreatif. Setiap rupiah yang dihasilkan adalah bentuk apresiasi terhadap kemandirian pelajar Muhammadiyah,” tegas perwakilan PR IPM SMK Mudisa.
Dukungan juga datang dari para guru dan staf sekolah yang melihat langkah ini sebagai praktik positif. (H.N Mukhbita/Fikri)
