Surabaya, syiarmu.com – — Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sambikerep turut menyukseskan Kajian Serentak ‘Aisyiyah yang merupakan agenda PDA Surabaya dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 H yang digelar di Masjid Al Huda Perumahan Perhutani, Ahad (22/2/2026). Kajian yang dimulai tepat pukul 9 pagi hingga jelang waktu dhuhur ini mengangkat tema “Keluarga sebagai Basic Kaderisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah” dengan pijakan nilai-nilai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).
Ketua PCA Sambikerep, Ibu Purwandari, dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga.
“Keluarga adalah pondasi utama kaderisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Jika keluarga kuat dalam akidah, ibadah, dan akhlak, maka organisasi akan kokoh. Kita tidak boleh menyerahkan pendidikan anak hanya kepada sekolah atau lingkungan, tetapi harus dimulai dari rumah,” ujar beliau.

Ia juga menekankan pentingnya membentengi anak-anak dari pengaruh negatif media sosial.
“Di era digital ini, tantangan kita semakin besar. Anak-anak sangat mudah terpapar konten yang tidak mendidik. Karena itu, orang tua harus hadir sebagai teladan, bukan hanya melarang, tetapi membimbing dengan kasih sayang dan komunikasi yang baik.”
Sementara itu, Ibu Hj. Khotimatus Sa’adah, pengurus PCA Sambikerep yang bertindak sebagai MC, menyampaikan harapannya agar kajian ini menjadi momentum kebangkitan ruhiyah keluarga.

“Semoga melalui kajian ini, kita semakin sadar bahwa mendidik anak adalah amanah besar. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan siap menjadi kader persyarikatan,” ungkapnya saat membuka acara.
Dalam kajian inti, Ustadzah Norma Styaningrum, M.Pd., menjelaskan bahwa dalam PHIWM ditegaskan keluarga Islami dibangun atas dasar tauhid, penegakan shalat, pembiasaan akhlak mulia, serta tanggung jawab menjaga generasi agar tidak menjadi lemah sebagaimana pesan QS. An-Nisa ayat 9 dan QS. Luqman ayat 17.

Spirit kaderisasi juga merujuk pada QS. Ali Imran ayat 104 tentang menyeru kepada kebaikan, yang harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Kajian ini juga mengingatkan pentingnya pendekatan hikmah dan dialog yang santun sebagaimana QS. An-Nahl ayat 125 dalam proses mendidik dan membimbing anak. Dengan komunikasi yang positif, dukungan penuh kasih, serta keteladanan orang tua, keluarga diharapkan mampu menjadi basis kaderisasi yang kokoh di tengah tantangan zaman.
Melalui kegiatan ini, PCA Sambikerep berharap setiap keluarga ‘Aisyiyah dapat mengamalkan nilai-nilai PHIWM secara konsisten dan melahirkan generasi berkemajuan yang siap melanjutkan dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. (Henny Qurota’Ayun/Fikri)
