Seminar Peningkatan Kapasitas Perempuan: Tekankan Nilai Keagamaan dan Kesehatan Mental-Spiritual

Surabaya, syiarmu.com – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menggelar seminar bertajuk “Peningkatan Kapasitas Perempuan melalui Peningkatan Nilai Keagamaan dan Kesehatan” dalam rangkaian acara konsolidasi organisasi dan refleksi, pada Ahad (12/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Tjatur Priambodo yang menyampaikan pentingnya keseimbangan antara spiritualitas, pengelolaan emosi, dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Dr. Tjatur menegaskan bahwa tingkat kebahagiaan seseorang tidak semata ditentukan oleh besarnya harta yang dimiliki. Ia mencontohkan bahwa peningkatan penghasilan tanpa kemampuan menyikapi harta dengan bijak justru dapat menurunkan kualitas hidup dan ketenangan batin.

“Banyak orang berpikir semakin tinggi pendapatan, semakin bahagia. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Kebahagiaan itu sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita mengelola harta dan hati,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan nilai-nilai dalam Al-Qur’an, khususnya pentingnya sifat dermawan, menahan amarah, dan memaafkan. Menurutnya, sedekah bukan hanya berdampak pada keberkahan hidup, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan.

Mengutip hasil penelitian medis, ia menjelaskan bahwa aktivitas bersedekah dengan ikhlas dapat memicu respons positif pada otak yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental. “Sedekah yang dilakukan dengan ikhlas mampu mencegah bahkan membantu proses penyembuhan penyakit,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Tjatur menyoroti bahaya emosi yang tidak terkontrol, khususnya marah. Ia menjelaskan secara medis bahwa marah dapat memicu peningkatan hormon adrenalin yang berdampak pada naiknya tekanan darah, mempercepat detak jantung, hingga meningkatkan risiko penyakit seperti stroke dan serangan jantung.

“Marah yang tidak terkendali bisa berdampak serius bagi kesehatan. Maka Islam mengajarkan untuk menahan amarah, bahkan memberikan langkah-langkah praktis seperti berwudu, diam, hingga salat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diingatkan pentingnya memaafkan sesama. Menurutnya, memaafkan bukan hanya menyelesaikan konflik sosial, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan berdampak positif pada kesehatan.

Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari para peserta yang sebagian besar merupakan anggota Aisyiyah. Seminar diharapkan mampu meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah, emosi, dan kesehatan sebagai bekal dalam menjalankan peran di keluarga maupun masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PDA Kota Surabaya berharap para peserta dapat menjadi pribadi yang lebih bertakwa, sehat secara jasmani dan rohani, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (H. N Mukhbita/Fikri)

Tinggalkan komentar