Surabaya, syiarmu.com – Suasana belajar yang berbeda tampak di lingkungan SD Muhammadiyah 11 Surabaya (Muhlas) pada Jumat pagi. Ruang-ruang kelas tidak hanya dipenuhi semangat siswa yang antusias, tetapi juga kehadiran para orang tua yang hadir sebagai narasumber dalam program unggulan My Parent My Teacher (MPMT) 2026 dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Profesi Ayah dan Bundaku.”
Program tahunan pada Jumat (5/6/2026) ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi anak-anak. Melalui MPMT, para siswa diajak mengenal berbagai profesi secara langsung dari pelaku profesinya, sehingga pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga menyentuh pengalaman nyata dan inspiratif.

Keistimewaan pelaksanaan MPMT tahun ini tidak hanya terletak pada keterlibatan wali murid SD Muhammadiyah 11 Surabaya, tetapi juga hadirnya dukungan dari keluarga besar pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah sejak jenjang usia dini.
Dua perwakilan wali murid dari KB Aisyiyah 05 serta seorang guru dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 turut mengambil peran sebagai narasumber. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa pendidikan anak merupakan proses berkelanjutan yang dibangun sejak usia dini hingga jenjang sekolah dasar.

Sinergi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara satuan pendidikan, keluarga, dan lingkungan sekitar agar anak memperoleh pengalaman belajar yang utuh serta bermakna.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Ibu Dwi Susanti SE, Manager FAT Hotel Gunawangsa sekaligus orang tua dari Alvaro kelas 5 Al Aziz. Dengan penuh semangat, beliau memperkenalkan dunia perhotelan kepada para siswa.
Melalui pemaparannya, siswa diajak memahami bahwa industri perhotelan bukan sekadar tempat menginap, melainkan dunia pelayanan yang membutuhkan kedisiplinan, komunikasi yang baik, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab yang tinggi. Berbagai pengalaman kerja yang dibagikan membuat siswa semakin memahami pentingnya profesionalisme dalam setiap pekerjaan.
Narasumber berikutnya adalah Ibu Innama Agustina Amd. Kep, seorang perawat di IHC sekaligus orang tua dari Atini kelas 5 Al Aziz. Dengan mengenakan atribut profesinya, beliau berhasil menarik perhatian siswa sejak awal sesi.
Anak-anak diperkenalkan pada tugas mulia seorang perawat yang tidak hanya merawat pasien secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional kepada mereka yang sedang sakit. Melalui penjelasan sederhana dan interaktif, siswa belajar tentang pentingnya empati, kepedulian, serta menjaga kesehatan sejak dini.

Sementara itu, Bunda Nila Kartikasari, S.Pd, orang tua dari Hamizan kelas 4 Al Hadi, membagikan pengalaman dan wawasan mengenai dunia pendidikan. Sebagai seorang pendidik, beliau mengajak siswa memahami bahwa belajar adalah proses panjang yang akan membuka banyak peluang di masa depan.
Pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan profesi, tetapi juga menumbuhkan motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar, berani bercita-cita, dan menghargai setiap pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sesuai dengan panduan pelaksanaan MPMT, setiap narasumber tidak hanya menjelaskan definisi profesi dan tugas-tugasnya, tetapi juga memberikan motivasi yang membangun karakter siswa.
Berbagai pesan inspiratif mengalir selama kegiatan berlangsung. Anak-anak diajak untuk memiliki mimpi besar, rajin belajar, disiplin, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Melalui cerita perjalanan karier para narasumber, siswa dapat melihat bahwa keberhasilan lahir dari proses panjang yang dijalani dengan tekun dan penuh semangat.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Mereka dengan penuh rasa ingin tahu menggali informasi tentang pekerjaan para narasumber, mulai dari tugas sehari-hari hingga pengalaman menarik yang pernah dialami.
Program My Parent My Teacher bukan sekadar kegiatan pengenalan profesi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara sekolah dan keluarga dalam membangun ekosistem pendidikan yang positif.
Keterlibatan wali murid dari KB Aisyiyah 05 dan guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04 menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan perjalanan bersama yang saling terhubung antar jenjang. Ketika keluarga dan sekolah berjalan beriringan, anak-anak memperoleh dukungan yang lebih kuat untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya.
Momentum ini juga memperlihatkan bahwa setiap orang tua memiliki peran penting sebagai sumber belajar yang dekat dengan anak. Pengalaman, profesi, dan nilai-nilai kehidupan yang dimiliki orang tua dapat menjadi inspirasi yang sangat berharga bagi tumbuh kembang generasi masa depan.
Melalui My Parent My Teacher 2026, SD Muhammadiyah 11 Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang relevan, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan karakter.
Dukungan luar biasa dari para wali murid, termasuk keluarga besar KB Aisyiyah 05 dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 04, menjadi salah satu faktor penting yang menyukseskan program ini. Kebersamaan tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, semangat berprestasi, dan keberanian untuk bermimpi.
Karena sejatinya, ketika orang tua menjadi guru dan guru menjadi mitra keluarga, lahirlah ruang belajar yang mampu menyalakan harapan serta mempersiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan. (Nila/Fikri)
