Totalitas! Siswa Tata Rias SMP Muven Rela Menginap di Sekolah Demi Sukseskan Purnasiswa

Surabaya, syiarmu.com – Ada pemandangan tak biasa di gedung SMP Muhammadiyah 11 (SMP Muven) Surabaya menjelang acara Purnasiswa Kelas 9 Tahun Ajaran 2025/2026. Demi memberikan penampilan terbaik bagi kakak kelas mereka yang akan lulus, sejumlah siswa dari kelas peminatan Tata Rias menunjukkan totalitas yang luar biasa. Mereka bahkan rela bermalam dan menginap di sekolah agar proses merias para penampil bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Dengan manajemen waktu yang ketat, para siswa tangguh ini ingin memastikan seluruh pengisi acara siap tepat waktu tanpa ada drama keterlambatan.

Suasana dini hari di sekolah disulap menjadi ruang rias profesional. Putri, siswi kelas 8 yang bertindak sebagai perias utama untuk Tari Remo, mengungkapkan bahwa keputusan menginap di sekolah sangat membantu mereka untuk tetap fokus dan disiplin.

“Kalau menginap di sekolah, semuanya jadi lebih terkondisikan. Kami bisa bangun lebih awal dan langsung bersiap tanpa harus terkendala perjalanan. Hasil riasan pun bisa lebih maksimal karena kami tidak terburu-buru oleh waktu,” ujar Putri dengan penuh semangat.

Komitmen luar biasa dari para siswi ini pun mendapatkan lampu hijau dari pihak keluarga. Orang tua siswa mendukung penuh kegiatan positif ini. Mereka bersyukur dan bangga karena sekolah memberikan ruang nyata bagi putri-putri mereka untuk mengasah skill tata rias yang telah dipelajari di kelas peminatan.

Aktivitas merias sendiri dimulai sejak pukul 03.00 WIB dini hari, di saat sebagian besar orang masih terlelap. Tim tata rias bergerak cepat namun tetap teliti karena ada dua penari Remo yang harus disulap menjadi sosok yang gagah dan menawan di atas panggung. Proses maraton ini berlangsung selama empat jam hingga selesai tepat pukul 07.00 WIB.

Sebagai tarian khas Jawa Timur yang sarat akan karakter tegas, urutan merias Tari Remo yang dilakukan oleh Putri dan tim meliputi tahapan yang sangat detail.

Tidak hanya penari Remo yang tampil memukau. Kemeriahan pra-acara Purnasiswa SMPM 11 Surabaya tahun ini juga diwarnai oleh kemandirian dari tim pengisi acara lainnya.

Tim dance modern Lucky Clover, tim Paduan Suara, hingga para pendekar dari Tapak Suci yang ikut unjuk gigi, terpantau mampu merias diri mereka sendiri. Mereka berdandan sesuai dengan style dan karakteristik penampilan masing-masing, menunjukkan bahwa siswa-siswi SMPM 11 Surabaya tidak hanya berbakat di bidang akademis dan seni, tetapi juga mandiri.

Ketegangan dan rasa lelah selama mempersiapkan diri sejak subuh langsung terbayar tuntas saat acara dimulai. Puncaknya, seluruh penampil berhasil menyuguhkan performa yang spektakuler dan emosional di atas panggung.

Lambaian tangan, gemerlap kostum, dan eloknya riasan menjadi persembahan manis sekaligus hadiah perpisahan terakhir yang tak terlupakan dari para adik kelas untuk kakak-kakak kelas 9 yang akan melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya. Pihak sekolah pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh siswa tahun ini. (Akbar/Fikri)

Tinggalkan komentar