SURABAYA, Syiarmu.com – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 28 dan MI Muhammadiyah 23 Surabaya menggelar pelatihan peningkatan kompetensi bagi para guru dan karyawan.
Mengangkat tema “Transformasi Digital: Teknik Pembuatan Konten dengan HP dan AI”, kegiatan ini berlangsung sukses di lingkungan MI Muhammadiyah 28 Surabaya pada Selasa (7/7/2026).
Pelatihan kolaboratif ini diikuti oleh total 33 peserta, yang terdiri atas 22 guru dan karyawan dari MI Muhammadiyah 28, serta 11 guru dan karyawan dari MI Muhammadiyah 23 Surabaya. Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi instruksional dan media masa kini.

Hadir sebagai pemateri utama, Ahmad Nur Muhaimin, Ketua Divisi Digital Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam paparannya, ia menekankan betapa krusialnya peran tenaga pendidik dalam membanjiri ruang digital dengan hal-hal baik.
“Memproduksi konten positif saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah urgensi untuk mengimbangi maraknya konten negatif di media sosial. Bagi kita di lingkungan Muhammadiyah, ini adalah bagian dari jalan dakwah dan syiar Islam berkemajuan,” ujar Muhaimin di hadapan para peserta.

Selama pelatihan, para peserta dibekali kemampuan praktis (hands-on) dalam memproduksi konten kreatif hanya dengan mengandalkan smartphone (HP). Tidak hanya itu, mereka juga diajarkan cara memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mempercepat dan mengoptimalkan proses pembuatan aset publikasi sekolah, mulai dari perencanaan ide hingga penyuntingan visual.
Tujuan utama dari agenda ini adalah melejitkan kemampuan teknis para guru dan karyawan dalam dunia digital. Melalui keterampilan baru ini, madrasah diharapkan dapat lebih mandiri dan kreatif dalam menyajikan informasi serta syiar pendidikan kepada masyarakat luas.

Kepala MI Muhammadiyah 28 Surabaya, Ustadz Rohim, S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia berharap ilmu yang didapatkan bisa langsung diimplementasikan menyongsong kalender akademik yang baru.
“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas para pendidik serta karyawan. Dengan menguasai transformasi digital ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen madrasah jauh lebih siap dan adaptif dalam menyambut tahun ajaran baru 2026/2027,” pungkasnya. (Muha/Fikri)
