Tingkatkan Semangat, Guru dan Karyawan SMP Muven Peroleh 11 Filosofi Sayur Unggulan

Batu, syiarmu.com – Jajaran guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) mengikuti pembekalan motivasi khusus di Vila Matahari, Batu, pada Ahad (9/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Bidang Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen-PNF), H. Sutikno, S.Sos., M.H., sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya yang mengusung tema “Guru Berjiwa Golden: Pendidik Unggul & Menginspirasi”, Sutikno menekankan pentingnya menutrisi jiwa kepemimpinan dan karakter pendidik melalui analogi 11 filosofi sayuran unggulan. Pendekatan ini dirancang sebagai pedoman pengembangan diri pendidik dalam membentuk generasi bangsa yang berprestasi dan berkarakter mulia.

Sutikno menjelaskan bahwa pengabdian seorang pendidik harus berlandaskan pada tiga pijakan utama Al-Qur’an dan Hadits. Pijakan tersebut mencakup dorongan perubahan diri (QS. Ar-Ra’d: 11), pentingnya penyempurnaan akhlak mulia (HR. Ahmad), serta prinsip memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi sesama (HR. Ahmad & Thabrani).

“Guru-guru adalah tangan kanan Rasulullah yang bertugas menyebarkan ilmu dan kebaikan. Di mana pun berada, pendidik harus senantiasa memberi manfaat,” ujar Sutikno di hadapan peserta. Ia menambahkan bahwa niat mengajar yang ikhlas akan bernilai sebagai amal jariyah yang membawa keberkahan hidup.

Untuk mewujudkan sosok pendidik yang ideal, Sutikno merinci 11 filosofi sayuran unggulan sebagai nutrisi karakter guru:

  1. Kapri (Terbuka & Kepribadian)

Pendidik harus berpikiran terbuka (open-minded), luwes, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman.

  1. Brokoli (Berorientasi & Kolaborasi)

Mengutamakan sinergi dan kerja sama yang harmonis bersama rekan sejawat, siswa, serta orang tua.

  1. Jamur (Jadi Idola Murid)

Menjadi sosok yang kehadirannya selalu dirindukan, memberi kenyamanan, dan menginspirasi para siswa.

  1. Ketimun (Integritas & Ketangguhan)

Memiliki daya tahan tinggi, tangguh, dan pantang menyerah dalam menghadapi kendala.

  1. Wortel (Work Tanpa Telat)

Menjunjung tinggi kedisiplinan, ketepatan waktu, dan rasa tanggung jawab dalam mengeksekusi tugas.

  1. Lobak (Low Profile & Semerbak)

Tetap rendah hati, namun kebaikan serta karya-karyanya harum dirasakan seluruh lingkungan sekolah.

  1. Gambas (Gampang Mengimbas)

Mampu menularkan pengaruh dan energi positif secara cepat kepada sekelilingnya.

  1. Seledri (Selalu Refleksi Diri)

Rutin melakukan introspeksi untuk terus memperbaiki kualitas pengajaran dan pelayanan.

  1. Kacang (Karakter Cakap Dipandang)

Menampilkan kesantunan, kerapian, dan keanggunan sikap yang patut diteladani.

  1. Kentang (Kendala Sebagai Tantangan)

Bermental matang, tidak mudah mengeluh, dan memandang masalah sebagai peluang untuk bertumbuh.

  1. Pare (Pandai Anti Reaktif)

Bijak mengendalikan emosi, tenang, rasional, serta berfokus mencari solusi terbaik tanpa bersikap emosional.

Selain memaparkan 11 filosofi tersebut, Sutikno juga menggarisbawahi pentingnya membangun reputasi sekolah. Menurutnya, bentuk promosi sekolah yang paling efektif berasal dari kepuasan orang tua murid.

Oleh karena itu, seluruh elemen sekolah harus berupaya membentuk opini publik yang positif melalui pelayanan pendidikan yang berkualitas.

“Sinergi antara sekolah dan orang tua murid harus terjalin dengan baik, begitu pula dengan kolaborasi internal di antara sesama guru dan karyawan,” tegasnya. Ia mengimbau para pendidik untuk selalu optimis dan memiliki visi ke depan agar SMP Muven memiliki keunggulan serta nilai pembeda yang jelas dibandingkan sekolah lainnya.

Melalui pembekalan ini, diharapkan seluruh pendidik SMP Muven dapat terus memperbarui niat, mengasah keterampilan, dan saling berkolaborasi demi melahirkan generasi masa depan yang unggul dan cemerlang. (Fikri)

Tinggalkan komentar