Wujudkan Kampung Lansia Mandiri, Kelompok 97 KKN MAs Luncurkan Inovasi Kartu Gerakan Sehat

Malang, syiarmu.com – Kelompok 97 KKN MAs 2026 bersama Posyandu Lansia Desa Wringinsongo Tumpang, Malang, melaksanakan program kolaborasi bertajuk “Kampung Lansia Mandiri”. Program kerja ini resmi diluncurkan oleh Kelompok 97 Kuliah Kerja Nyata (KKN) MAs 2026 di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada hari Senin (16/8/2026). Program ini diusulkan sebagai kerja sama dengan Posyandu Lansia setempat dan ditujukan kepada warga lanjut usia yang berusia antara 50 hingga 85 tahun.

Kegiatan ini menyajikan inovasi berupa “Kartu Gerakan Sehat”, sebuah alat fisioterapi sederhana yang dibuat khusus untuk membantu lansia melakukan gerakan ringan secara mandiri dan teratur. Kartu ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh serta mencegah risiko jatuh dan kekakuan otot saat usia senja. Latar Belakang Program

Desa Wringinsongo memiliki banyak warga yang sudah tua, tetapi akses mereka terhadap pelayanan fisioterapi dan pelatihan kesehatan gerak masih terbatas. Berdasarkan situasi tersebut, Kelompok 97 KKN MAs 2026 mengusulkan sebuah program yang bisa diterapkan sendiri oleh para lansia di rumah atau saat melakukan kegiatan di Posyandu.

Ketua Posyandu Lansia Desa Wringinsongo, Ibu Suparmi, menyambut dengan senang hati adanya program ini. Ia merasa inovasi Kartu Gerakan Sehat sangat membantu kader posyandu dalam mengajak lansia berolahraga secara teratur.

Selama ini kami kesulitan memandu gerakan senam yang tepat untuk lansia karena terbatasnya tenaga dan pengetahuan pengurus. “Dengan adanya Kartu Gerakan Sehat ini, para lansia memiliki panduan visual yang mudah diikuti, bahkan bisa dilakukan sendiri di rumah,” kata Ibu Suparmi.

Salah satu peserta program, Bapak Marsudi (68), merasa senang bisa ikut dalam kegiatan tersebut bersama warga lansia lainnya.”Gerakannya sederhana, tapi setelah dipraktikkan, badan jadi terasa lebih ringan,” katanya. “Kartunya juga mudah dibaca, jadi kami tidak bingung dengan urutan langkahnya,” kata Bapak Marsudi.

Kartu Gerakan Sehat dibuat dengan ilustrasi gerakan fisioterapi yang lembut, diatur secara bertahap, mulai dari pemanasan, gerakan meregangkan sendi, sampai latihan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Setiap kartu dilengkapi dengan informasi yang mudah dipahami, sehingga lansia dan kader posyandu bisa memahami isi kartu tersebut tanpa harus selalu didampingi oleh tenaga medis.

Koordinator program dari Kelompok 97 menceritakan bahwa inovasi tersebut dibuat berdasarkan hasil pengamatan dan pembicaraan bersama anggota Posyandu Lansia setempat.

Kami ingin program ini tetap berjalan meskipun masa KKN sudah selesai. Oleh karena itu, Kartu Gerakan Sehat dibuat agar bisa digunakan sendiri oleh lansia dan kader posyandu ke depannya,” jelas perwakilan Kelompok 97.

Melalui program Kampung Lansia Mandiri ini, Kelompok 97 KKN MAS 2026 berharap dapat meningkatkan kesadaran warga Desa Wringinsongo tentang pentingnya memperhatikan kesehatan tubuh saat usia sudah lanjut, serta memperkuat peran Posyandu Lansia sebagai pusat layanan kesehatan yang didukung oleh masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata bantuan mahasiswa KKN dalam membantu menciptakan desa yang ramah untuk lansia dan mandiri dalam hal kesehatan. (Ade Yulia Citra & Rizqa Safwaty/Fikri)

Tinggalkan komentar