Surabaya – Keluarga besar SMP Muhammadiyah 11 Surabaya menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Azhar, Jalan Dupak Bandarejo No. 25, Surabaya, pada Senin (24/8/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran guru, karyawan, serta seluruh murid sekolah.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21–22, dan sambutan dari Kepala SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Lanang Santoso, S.Pd. Dalam sambutannya, Lanang mengimbau seluruh siswa untuk senantiasa meneladani sifat Nabi Muhammad SAW, salah satunya dengan mengamalkan ibadah sunnah seperti puasa Senin-Kamis.
“Meskipun kita tidak bisa melaksanakan semua sunnah Nabi secara sekaligus, kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin. Semoga kajian ini menjadi petunjuk dan pelajaran berharga bagi kita semua,” ujar guru Matematika itu.

Memasuki acara inti, Ustadz Amang Mu’azam, S.Ag., M.Pd.I. hadir sebagai mubaligh. Beliau mengingatkan jamaah untuk membiasakan membaca shalawat setiap kali nama Nabi Muhammad SAW disebut.
Mengutip Surat Al-Ahzab ayat 56, beliau menegaskan bahwa Allah SWT dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi, sehingga umat beriman dianjurkan melakukan hal yang sama. Beliau juga meluruskan pandangan dengan menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak anti-shalawat.
Lebih lanjut, Ustadz Amang menjelaskan bahwa Muhammadiyah berarti pengikut Nabi Muhammad. Oleh karena itu, para pelajar Muhammadiyah wajib meneladani Rasulullah sebagai uswatun hasanah (suri teladan yang baik) sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Ahzab ayat 21.

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”
Dalam ceramahnya, beliau mengupas empat sifat utama Nabi yang harus diserap oleh para pelajar:
Pertama, Siddiq (Jujur). Belajar jujur adalah ciri utama pelajar Muhammadiyah. Janji Pelajar Muhammadiyah harus selalu diingat dan dilaksanakan agar terbentuk kader yang kuat.
Kedua, Amanah (Dapat Dipercaya). Menjaga amanah dan tanggung jawab dalam setiap tindakan. Ketiga, Tabligh (Menyampaikan Kebenaran). Senantiasa mengamalkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar yakni mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Keempat, Fathanah (Cerdas). Meneladani kecerdasan Nabi, seperti dalam peristiwa sejarah peletakan Hajar Aswad. Murid diharapkan menjadi pribadi yang solutif terhadap berbagai permasalahan dan tidak menjadi sumber masalah.

Ustadz Amang juga berpesan agar siswa mengamalkan prinsip 3T.
Pertama, Tertib Ibadah. Menjaga shalat lima waktu dan merajinkan diri membaca Al-Qur’an (ngaji). Kedua, Tertib Belajar. Memegang teguh semboyan Nun wal-qalami wa ma yasthurun dengan memaksimalkan penggunaan buku, pena, dan sarana lain untuk belajar.
Ketiga, Tertib Organisasi. Memperoleh pengalaman memimpin, dipimpin, dan bermasyarakat. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menjadi sarana organisasi bagi siswa agar siap dan berani menjadi pemimpin masa depan.
Menutup kajiannya, beliau menekankan bahwa kemajuan teknologi saat ini harus dimanfaatkan untuk memunculkan inovasi sebagai wujud nyata dari sifat fathanah.
Dengan belajar sungguh-sungguh, murid SMP Muhammadiyah 11 Surabaya diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara sosial maupun spiritual, serta menjadi generasi yang tangguh. (Fikri)
