Surabaya, syiarmu.com – Sebanyak 11 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengajak sekitar 20 santri Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) KH. Achmad Dahlan Surabaya untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (16/9/2026) di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Jalan Tambak Asri No. 202, Surabaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari observasi sekaligus pengumpulan data penelitian bertajuk “Penguatan Kepercayaan Diri Anak Panti Asuhan KH. Ahmad Dahlan melalui Karya Kreatif dan Galeri Potensi ‘Aku Bisa, Aku Berani’ di Era Digital.”
Program tersebut dirancang dalam tiga kali pertemuan dengan rangkaian kegiatan yang berfokus pada pengenalan potensi, pengembangan kreativitas, serta penguatan kepercayaan diri santri.
Pada pertemuan pertama, para santri diajak mengikuti Asesmen Identifikasi Potensi Diri Santri. Asesmen ini menjadi tahap awal untuk membantu mahasiswa memetakan potensi, minat, dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing santri. Hasil asesmen nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk pendampingan dan kegiatan pengembangan potensi pada pertemuan berikutnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Selain mengikuti asesmen, para santri juga diajak bermain sejumlah permainan (games) yang dirancang untuk membangun interaksi, keberanian, dan kekompakan. Kegiatan semakin menarik dengan adanya pemberian hadiah kepada para santri sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Ketua Projek Kepemimpinan “Aku Bisa, Aku Berani”, Shofa Qolbiyatun Nurul Latifah, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan memberdayakan santri melalui kegiatan pengembangan potensi dan penciptaan karya kreatif sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri.
“Projek Kepemimpinan ‘Aku Bisa, Aku Berani’ bertujuan untuk memberdayakan santri Panti Asuhan Ahmad Dahlan melalui kegiatan pengembangan potensi dan penciptaan karya kreatif sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri. Program ini dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan asesmen awal, pemetaan potensi, pendampingan pembuatan karya, Panggung Karya, serta penyusunan Galeri Potensi Digital berbasis Google Sites,” ujar Shofa.


Menurutnya, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya, tetapi juga memberikan pengalaman kepada santri agar mampu mengenali kemampuan yang ada dalam dirinya dan berani mengembangkannya.
“Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan mampu mengenali potensi dirinya, mengembangkan kemampuan sesuai minat, mengekspresikan diri melalui karya, serta berani menyampaikan gagasan dan menampilkan hasil karyanya di hadapan orang lain,” lanjutnya.
Shofa menambahkan, proses pendampingan menjadi bagian penting dalam program tersebut. Keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari karya yang dihasilkan, tetapi juga dari perkembangan keberanian, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, dan sikap para santri selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga pada proses pembentukan keberanian, kemandirian, komunikasi, dan sikap,” tutupnya.

Sementara itu, Imam Muttaqin, selaku pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa PPG Umsura yang telah memilih panti tersebut sebagai lokasi observasi dan pengumpulan data penelitian.
Ia juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa karena turut membantu para santri dalam mengenali serta menggali potensi yang mereka miliki. Menurutnya, pendampingan semacam ini memberikan ruang bagi santri untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus memperoleh kesempatan untuk lebih mengenal kemampuan dirinya.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para santri. Melalui tahapan asesmen, pemetaan potensi, pendampingan karya, hingga panggung karya dan galeri potensi digital, para santri diharapkan semakin percaya diri dalam mengenali kemampuan, mengembangkan kreativitas, serta berani menunjukkan potensi yang dimiliki di tengah perkembangan era digital. (Kiyadah/Fikri)
