Surabaya, syiarmu.com – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) kelompok Projek Kepemimpinan Bahasa Indonesia A1 menggelar kegiatan “Aku Bisa, Aku Berani” bersama para santri Panti Asuhan Muhammadiyah K.H. Achmad Dahlan pada Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk mengenali, mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi sesuai minat masing-masing.
Kegiatan turut dihadiri oleh dosen pembimbing, Dr. R. Panji Hermoyo, S.Sos., M.Pd. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Projek Kepemimpinan sekaligus memberikan semangat kepada mahasiswa dan santri dalam mengikuti kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Panji Hermoyo menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi para santri untuk mengenali kemampuan yang dimiliki sekaligus membangun keberanian untuk mengembangkannya.

“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Melalui kegiatan seperti ini, yang terpenting adalah memberikan ruang kepada santri untuk mencoba, berekspresi, dan berani menunjukkan kemampuan mereka. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ungkapnya.
Para santri diberikan kesempatan untuk memilih dan mengembangkan berbagai bidang, seperti menggambar, musik, muhadhoroh, bermain drum, dan fotografi. Sebelum kegiatan inti dimulai, mahasiswa mengajak santri mengingat kembali potensi dan karya yang telah dipilih pada pertemuan sebelumnya. Melalui penguatan dan ice breaking, santri didorong untuk berani mencoba, menikmati proses, dan tidak takut menghasilkan karya yang belum sempurna.


Ketua kelompok Projek Kepemimpinan Bahasa Indonesia A1, Shofa Qolbiyatun Nurul Latifah, menjelaskan bahwa kegiatan “Aku Bisa, Aku Berani” dirancang untuk memberikan kesempatan kepada santri agar lebih mengenal minat dan potensi mereka melalui kegiatan yang menyenangkan dan kolaboratif.
“Kami ingin memberikan ruang kepada para santri untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memiliki keberanian untuk mencoba hal baru, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan terus mengembangkan minat mereka,” ujar Shofa Qolbiyatun Nurul Latifah.

Antusiasme santri terlihat saat mereka mulai berkarya dalam kelompok masing-masing. Santri yang memilih bidang menggambar menuangkan ide melalui perpaduan warna dan bentuk. Sementara itu, santri di bidang musik berlatih gitar dan bernyanyi bersama mahasiswa. Santri lainnya mengembangkan keberanian berbicara melalui muhadhoroh, berlatih drum, serta mengeksplorasi kemampuan fotografi dengan mengabadikan berbagai momen kegiatan.
Interaksi antara mahasiswa dan santri berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan penuh semangat. Mahasiswa tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses latihan dan berkarya. Hal tersebut menciptakan ruang kolaborasi yang membuat santri lebih berani mencoba dan menunjukkan kemampuan mereka.
Kegiatan “Aku Bisa, Aku Berani” menunjukkan bahwa setiap santri memiliki minat dan potensi yang beragam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Projek Kepemimpinan Bahasa Indonesia A1 berupaya memberikan ruang bagi santri untuk berekspresi, berkarya, dan membangun keberanian dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. (Arum Mulyaningsih/Fikri)
