Surabaya, syiarmu.com– Perwakilan SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (Mudisa) turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan Training of Facilitator (TOF) Da’i Anti Narkoba dan Pengukuhan Duta Anti Narkoba. Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LDK PWM) Jawa Timur ini berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) pada Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tingkat regional ini diikuti oleh berbagai sekolah menengah pilihan di Jawa Timur. SMK Mudisa Surabaya sendiri mengirimkan dua delegasi siswa penggerak, yaitu Rahmadi Saktyawahid dan Hulwah Nidaul Mukhbita.


Pelatihan intensif ini membekali para peserta dengan serangkaian materi krusial dari pagi hingga sore hari. Pada sesi pertama, delegasi SMK Mudisa menyimak pemaparan mengenai Peta Persebaran Narkotika Nasional & Progres P4GN Tahun 2026. Selanjutnya, materi kedua mengupas tentang Kebijakan BNNP Jatim dan P4GN, yang disusul dengan materi ketiga mengenai Penguatan Ideologi Muhammadiyah Berbasis Komunitas.
Tidak berhenti pada teori, saat memasuki materi keempat, para peserta mendapatkan edukasi Pengenalan Narkotika sekaligus terjun langsung dalam praktik tata cara tes urine. Sesi praktik ini memberikan bekal teknis nyata bagi para kader untuk mendeteksi penyalahgunaan narkotika sejak dini. Menjelang sore, rangkaian materi ditutup dengan sesi kelima yang membahas tentang Dakwah Efektif, Mencerahkan, dan Menggembirakan di Komunitas Marjinal.
Hulwah Nidaul Mukhbita, menyampaikan harapan besarnya agar ilmu yang didapat bisa diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.

“Saya berharap ilmu dan pengalaman praktis dari pelatihan ini bisa membawa dampak positif yang nyata. Semoga peran kami sebagai Duta Anti Narkoba nanti bisa menjadi ruang aman (safe zone) sekaligus jembatan penolong yang merangkul teman-teman sebaya, khususnya bagi mereka yang sebenarnya ingin lepas dari jerat narkoba tetapi terhambat rasa takut karena tekanan kelompok,” ujarnya.
Acara kemudian diakhiri dengan prosesi khidmat Pengukuhan Kader P4GN serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut.
Melalui pelaksanaan acara ini, diharapkan dapat lahir generasi penggerak yang militan dan peka terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarsekolah dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, serta menciptakan ruang edukasi yang inklusif demi mewujudkan lingkungan remaja yang sehat, berprestasi, dan bersinar (bersih narkoba).
(H.N Mukhbita/Fikri)
