Surabaya, syiarmu.com — Suasana belajar yang berbeda hadir di SD Muhammadiyah 9 Surabaya melalui kegiatan “Membatik Bersama Mama: Mama Menjadi Guru Sehari” yang dilaksanakan pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) yang turut mendampingi siswa dalam mengenal dan mempraktikkan berbagai teknik membatik.
Kegiatan membatik bersama mama menjadi salah satu bentuk pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar seni budaya secara langsung. Kehadiran para mama sebagai guru sehari juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dekat, menyenangkan, dan interaktif bagi peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PLP UMSURA berperan dalam membantu mempersiapkan kegiatan, mendampingi siswa, serta memberikan arahan selama proses membatik. Mahasiswa turut memastikan setiap kelompok siswa dapat mengikuti tahapan kegiatan sesuai dengan teknik yang telah ditentukan.

Menariknya, kegiatan membatik dibagi berdasarkan jenjang kelas dengan menggunakan tiga teknik yang berbeda. Siswa kelas 1 dan 2 diperkenalkan dengan teknik ecoprint, siswa kelas 3 dan 4 menggunakan teknik jumputan, sedangkan siswa kelas 5 dan 6 mempraktikkan teknik lipat.
Untuk siswa kelas 1 dan 2, teknik ecoprint menjadi pengalaman baru dalam mengenal proses pemanfaatan bentuk dan warna alami dari tumbuhan. Siswa diajak untuk mengeksplorasi berbagai bentuk daun dan menghasilkan motif pada kain melalui proses yang sederhana dan menyenangkan.

Sementara itu, siswa kelas 3 dan 4 belajar membatik menggunakan teknik jumputan. Pada teknik ini, siswa diajak berkreasi dengan melipat, mengikat, dan memberikan warna pada kain sehingga menghasilkan pola yang beragam. Setiap karya yang dihasilkan memiliki bentuk dan motif yang berbeda sesuai dengan kreativitas masing-masing siswa.
Adapun siswa kelas 5 dan 6 mendapatkan pengalaman membatik dengan teknik lipat. Siswa mencoba mengembangkan pola melalui proses melipat kain sebelum memberikan warna. Teknik tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk bereksperimen dan melihat bagaimana proses sederhana dapat menghasilkan motif batik yang menarik.
Keterlibatan mama dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Tidak hanya mendampingi anak, para mama secara langsung mengambil peran sebagai guru sehari yang berbagi pengalaman dan membantu siswa selama kegiatan berlangsung.

Suasana kegiatan terlihat penuh antusiasme. Siswa tampak menikmati proses memilih pola, melipat atau mengikat kain, hingga melihat hasil motif yang mereka buat. Interaksi antara siswa, mama, guru, dan mahasiswa PLP membuat kegiatan berlangsung lebih hidup dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.
Bagi mahasiswa PLP UMSURA, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman dalam mendampingi peserta didik sekaligus belajar mengelola kegiatan pembelajaran yang melibatkan orang tua. Mahasiswa tidak hanya menjalankan peran sebagai pendamping, tetapi juga membantu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Kegiatan “Membatik Bersama Mama: Mama Menjadi Guru Sehari” juga menjadi bentuk kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan mahasiswa PLP dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Melalui kegiatan seni membatik, siswa tidak hanya belajar mengenal teknik dan proses pembuatan motif, tetapi juga dilatih untuk berkreasi, bekerja sama, mengikuti langkah-langkah kegiatan, serta menghargai karya sendiri dan orang lain.
Melalui kegiatan tersebut, SD Muhammadiyah 9 Surabaya berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Membatik bersama mama menjadi ruang bagi siswa untuk belajar budaya, mengembangkan kreativitas, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, peserta didik, dan keluarga.
Dengan pendampingan mahasiswa PLP UMSURA, kegiatan membatik diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia sejak usia sekolah dasar. (PLP Umsura SDM 9/Fikri)
