Surabaya, syiarmu.com – Pengasuh LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan, Ustadz Imam Muttaqin, dipercaya menjadi juri dalam kegiatan Gelar Karya Mata Kuliah Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Semester 2 Tahun 2026, Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains, Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Imam Muttaqin bertugas melakukan penilaian terhadap stand karya mahasiswa dengan tiga kategori utama, yaitu Stand Terbaik, Presentasi Terbaik, dan Inovasi Terbaik. Penilaian meliputi kreativitas dan kerapian stand, kemampuan presentasi yang komunikatif, serta kebaruan dan kebermanfaatan inovasi yang dihasilkan mahasiswa.

Ustadz Imam Muttaqin menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang memamerkan hasil karya, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa calon guru untuk menunjukkan kompetensi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan.
“Seorang guru masa depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga harus kreatif, komunikatif, inovatif, dan memiliki kepekaan sosial. Karya yang baik bukan hanya menarik untuk ditampilkan, tetapi juga harus memiliki nilai manfaat dan mampu memberikan solusi bagi persoalan di masyarakat,” ungkapnya.


Ia berharap proyek kepemimpinan yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas akademik semata, melainkan dapat dikembangkan dan diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Guru bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi inspirator dan penggerak perubahan. Karena itu, calon guru harus memiliki keberanian untuk berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Keterlibatan Ustadz Imam Muttaqin dalam kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi LKSA Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan dalam mendukung pengembangan dunia pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga sosial dan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir calon pendidik yang profesional, berkarakter, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial dalam mewujudkan pendidikan yang berkemajuan. (Kiyadah/Fikri)
