Surabaya, syiarmu.com – Ada yang berbeda pada Fortasi Muven hari terakhir. Pada Jumat (19/7/24) para siswa baru berkumpul di halaman. Pada pukul 10.40 ada pendeklarasian setop kekerasan terhadap anak di sekolah.
Pada pagi harinya Fortasi diawali dengan materi keislaman dari Majelis Tabligh PDM Surabaya, baksos, pentas seni, dan demo ekskul. Setelah itu, para siswa baru, IPM, dan guru mendeklarasikan setop kekerasan terhadap anak di sekolah.

Kegiatan diawali dengan Kepala Sekolah Lanang Santoso SPd berdiri di antara siswa. Lantas guru Matematika itu memimpin deklarasi tersebut. Seluruh siswa tampak kompak mengikuti komando itu.


Setelah itu, ada pembubuhan tanda tangan di banner. Kegiatan itu diawali mulai dari kepala sekolah, guru, pengurus IPM, dan siswa baru. Penandatangan itu berjalan tertib.
Kepala SMP Muhammadiyah 11 Surabaya Lanang Santoso SPd mengatakan bahwa kegiatan itu sebagai komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah. “Juga untuk meningkatkan kesadaran para siswa agar menjaga lingkungan sekolah supaya damai,” imbuhnya. (Fikri)
