Surabaya, syiarmu.com – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Allende Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya kembali mencetak sejarah melalui suksesnya penyelenggaraan Musyawarah Komisariat (Musykom) ke-10. Kegiatan ini berlangsung di SMA Muhammadiyah 7 Surabaya dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi serta penataan ulang arah gerakan IMM Allende ke depan.
Dengan mengusung tema “Beyond Today: Charting a Course for Shared Excellence”, Musykom kali ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis untuk merumuskan visi dan strategi baru dalam menghadapi dinamika zaman.
Seluruh kader hadir aktif dan antusias dalam setiap sesi sidang, diskusi, serta pemilihan formatur, mencerminkan semangat kolektif yang solid dan inklusif.

Turut hadir dan memberikan dukungan moral, Koordinator Komisariat IMM Surabaya dan Pimpinan Cabang IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya. Keikutsertaan mereka semakin memperkuat nilai kaderisasi dan kesatuan gerakan yang menjadi ciri khas IMM.
Melalui proses demokratis yang dinamis, Immawan Abyan Dzakwan terpilih sebagai Ketua Umum IMM Allende periode 2025–2026. Abyan akan didampingi oleh Immawati Meyla Zahwa sebagai Sekretaris Umum, dan Immawati Dwi Tanjung sebagai Bendahara Umum.
Ketiganya dikenal sebagai kader-kader berdedikasi yang telah menunjukkan konsistensi dan integritas dalam mengawal gerakan IMM Allende.

Musykom ke-10 ini juga menjadi momen pamit bagi Immawan Amirul Haq, Ketua Umum periode 2024–2025, yang telah menuntaskan amanahnya dengan penuh keteladanan.
Kepemimpinannya yang tenang dan inklusif berhasil menanamkan fondasi kuat dalam bidang kaderisasi, advokasi, dan gerakan intelektual. Sosoknya akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan komisariat.
Lebih dari sekadar laporan pertanggungjawaban dan pemilihan, Musykom yang diselenggarakan pada Senin (7/7/2025) dan Selasa (8/7/2025) ini menjadi ruang reflektif untuk mengevaluasi capaian dan tantangan selama satu periode.
Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun langkah strategis ke depan yang lebih relevan, berdampak, dan kontekstual dengan kebutuhan zaman.

Harapan besar kini tertuju kepada formatur terpilih agar dapat menghadirkan kepemimpinan yang bukan hanya administratif, namun juga progresif dan responsif terhadap realitas sosial, intelektual, dan kemanusiaan. IMM Allende harus terus menjadi ruang tajdid yang membumi, membebaskan, dan mencerahkan.
Selamat bertugas kepada Immawan Dzakwan, Immawati Meyla Zahwa, dan Immawati Dwi Tanjung. Semoga amanah ini mampu kalian jaga dengan semangat gerakan yang visioner dan penuh kebermanfaatan.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Immawan Amirul Haq atas dedikasi dan kontribusinya selama satu periode yang penuh makna.
Karena regenerasi bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan kesinambungan nilai dan cita-cita perjuangan. Musyawarah bukan hanya forum formalitas, melainkan wadah konsolidasi visi dan semangat perubahan. (Eka/Fikri)
