Surabaya, syiarmu.com – Pada Ahad (20/7/2025) diadakan Pengajian Sinergi Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kemayoran. Tempat kajian tersebut di Masjid Al Mukhlish, Krembangan Baru, Surabaya. Tema yang diangkat adalah Masjid dan Ekonomi Umat. Mubalig kegiatan itu adalah H Sutikno SSos MH.
Wakil Ketua PCM Krembangan itu mengawali pemaparan materi dengan mengatakan bahwa kekuatan ekonomi umat dimulai dari masjid. Dalam surah At Taubah ayat ke-18 Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah.”

Masjid selain tempat pendidikan anak juga tempat musyawarah bagaimana masjid bisa ramai, bagaimana cara menyejahterakan umat, dan bagaimana melakukan ibadah yang bermanfaat untuk umat.
“Jangan sampai masjid setelah shalat langsung ditutup. Minimal masjid ditutup sampai pukul 23.00. Masjid harus dapat menjadi tempat persinggahan musafir melepas lelah. Bila ada petugas marbot maka masjid dapat buka 24 jam. Masjid pada zaman Rasulullah sebagai tempat latihan perang. Zaman sekarang baiknya masjid digunakan sebagai tempat latihan fisik anak-anak.


“Biarkan anak-anak tidur di masjid. Adakan program jaga masjid. Jangan sampai cinta di giras dan tidur begadang di giras. Masjid juga bisa dijadikan tempat akad nikah, tempat konsultasi permasalah keluarga suami istri, dan juga kegiatan pengobatan,” ujarnya.
Masjid juga bisa menjadi tempat mengislamkan mualaf minimal ada saksi salah satu keluarga. Fungsi peran masjid sebagai kekuatan ekonomi, bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual tapi juga pusat pembinaan umat dan pemberdayaan ekonomi. Takmir masjid juga dapat menyediakan atau memfasilitasi pelatihan kewirausahaan, manajemen bisnis, dan keterampilan digital. Tentu hal itu dapat membantu jamaah memulai atau mengembangkan usaha.
Masjid dapat dibentuk badan koperasi atau Baitul maal sebagai wadah jamaah untuk bergotong-royong secara ekonomi. Usaha lain yang dapat dilakukan adalah berbagi informasi tentang peluang usaha, jaringan dan kerjasama, mitra kerja, Bank syariah, dan Lembaga ekonomi untuk mengakses sumberdaya ekonomi. “Perlu diadakan pertemuan rutin sehingga banyak akses silaturahim,” imbuhnya.
“Adakan pendampingan dengan pengembangan produk. Masjid bisa jadi lokasi pameran dan promosi produk jamaah untuk memfalisilitasi berjualan secara online,” pungkasnya. (Luki/Fikri)
