Menjadi Pembina Upacara Peringatan HUT RI, Ketua PCM Krembangan Sampaikan Empat Ciri Orang Bersyukur

Surabaya, syiarmu.com – Pada Ahad (17/8/2025) dilaksanakan upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah Krembangan ini bertempat di depan SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. Pembina upacara tahunan ini adalah Ketua PCM Krembangan Akhwan Hamid SPd MPdI.

Pada awal amanatnya, Akhwan mengatakan bahwa kemerdekaan ini diperoleh melalui perjuangan pahlawan perang dan pendidikan. Dulu Indonesia bisa dijajah karena bangsa ini tidak punya ilmu dan alat untuk melawan.

Salah satu pahlawan yang berjuang adalah pendiri Muhammadiyah yakni KH Ahmad Dahlan. Pada tahun 1910 Dahlan mendirikan Diniyah. Dahlan juga pernah menjadi guru di sekolah khusus Belanda. Pada tahun 1912, 1917, dan 1918 berturut-turut Dahlan mendirikan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Hizbul Wathan. Salah satu kader HW paling militan adalah Jenderal Sudirman

Pada tahun ini kemerdekaan fisik sudah dirasakan. Akan tetapi, kemerdekaan nonfisik belum dirasakan. Banyak ideologi-ideologi asing yang mendangkalkan akidah umat Islam.

Kemerdekaan ini tentu harus disyukuri. Ada empat ciri orang yang bersyukur. Pertama, pandai berterima kasih. Rasulullah saw. bersabda yang artinya “Tidaklah dianggap bersyukur kepada Allah seseorang yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada sesama manusia.”

Ucapan terima kasih sangatlah penting. Anak-anak pun juga harus diajari berterima kasih ketika mendapat bantuan meskipun kecil. Misalnya, berterima kasih ketika didoakan hati-hati di jalan oleh tetangga. “Kalau terhadap hal kecil tidak berterima kasih, maka ketika mendapat hal besar akan juga tidak bisa berterima kasih,” tegasnya.

Ciri kedua adalah tidak biasa mengeluh. Para pejuang tidak mengeluh. Betapa hebatnya Jenderal Sudirman tetap berjuang walaupun dalam keadaan sakit. Shalat pun masih ditunaikannya. Bila seorang hamba tidak shalat, itu adalah ciri orang tidak bersyukur.

Ciri ketiga adalah tidak mencari-cari kesalahan orang lain. Kalau menemui kesalahan orang lain, hendaknya tidak diumbar. Mari fokus introspeksi dan meningkatkan kemampuan diri. “Hendaknya kita jujur. Jujur itu mudah diucapkan tetapi sulit diterapkan,” imbuhnya.

Ciri keempat adalah berakhlak mulia. Berbuat baik bisa kepada siapa saja misalnya kepada orang tua, guru, dan sesama. “Marilah kita tingkatkan rasa syukur kita,” tutupnya. (Fikri)

Tinggalkan komentar