Surabaya, syiarmu.com – Mahasiswa KKN Pengembangan Cabang Ranting (PCR) Tegalsari menggelar penyuluhan bertema “Kiat Pengasuhan Islami dan Sehat Mental pada Era Digital”. Penyuluhan ini diadakan di TK ABA 38 yang berlokasi di jalan Kupang Panjaan IV Surabaya.
Penyuluhan ini dihadiri oleh wali murid kelas A dari TK ABA 65, TK ABA 38, dan TK ABA 35, dengan jumlah peserta lebih dari 60 orang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yakni Ummi Masrufah Maulidiyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, beliau merupakan salah seorang dosen dari fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Kegiatan penyuluhan dilakukan pada hari Jumat pukul 08.00 dan dimulai dengan pembukaan berupa sambutan dari PCA Tegalsari serta Dewan Pengawas Lapangan (DPL) mahasiswa KKN PCR Tegalsari. Setalah itu dilakukan sesi inti acara, yakni pemaparan materi dari narasumber selama kurang lebih satu jam.

Dalam pemaparannya narasumber menjelaskan tentang pengasuhan Islami. Dari pemaparan beliau diketahui bahwa pengasuhan islami adalah proses mendidik, mengarahkan, dan membimbing anak berdasarkan prinsip Al-Quran dan sunah.
Ummi juga menjelaskan secara rinci dan terstruktur mengenai prinsip-prinsip pengasuhan yang sehat berlandaskan teori-teori Psikologi, serta memberikan contoh-contoh yang sesuai dengan realita. Dalam pemaparannya narasumber membahas juga dampak-dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget bagi anak.
Lidyah, pemateri yang juga dosen UM Surabaya itu, menegaskan bahwa teknologi digital dapat berdampak langsung terhadap dinamika keluarga dan kesehatan mental.

Topik yang dipilih dalam penyuluhan ini merupakan topik yang sangat penting untuk dipahami oleh orang tua dan topik ini juga terlihat sangat diminati oleh peserta kegiatan penyuluhan. Dibuktikan dengan antusiasme yang tinggi dari peserta yang seluruhnya menyimak dengan seksama.
Sesi pemaparan materi berjalan dengan sangat lancar, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Sesi yang tidak kalah ditunggunya ini berjalan sesuai harapan. Peserta bergantian bertanya pada narasumber soal topik dan persoalan yang berkaitan dengan tema penyuluhan. Sesi ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit dengan lebih dari 10 pertanyaan pilihan.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan lancar dan berakhir tepat sesuai jadwal yang ditetapkan. Sesi pemaparan, diskusi, dan tanya-jawab diakhiri dengan pembacaan kesimpulan oleh moderator. Setelah itu, acara kembali dikendalikan oleh MC untuk dilakukan pembagian doorprize bagi para peserta yang aktif dalam kegiatan dan dilakukan penutupan secara resmi.
Melalui penyuluhan ini diharapkan dapat berpengaruh positif terhadap pola pengasuhan wali murid. Mahasiswa KKN PCR Tegalsari juga berharap kerja sama antara orang tua dan murid dapat terus berlangsung sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat, islami, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. (Rara Jufita Sari/Fikri)
