Syiarmu.com – Setiap tanggal 12 Rabiul Awal Umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kelahiran manusia agung yang diutus Allah sebagai rahmat bagi semesta alam. Rasulullah bukan hanya teladan dalam ibadah, kepemimpinan, dan akhlak mulia, tetapi juga dalam hal menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Sejarah mencatat bahwa beliau memiliki kebiasaan hidup yang selaras dengan prinsip kesehatan modern. Hal ini menunjukkan bahwa syafaat Rasulullah SAW bukan sekadar doa di akhirat, tetapi juga berupa petunjuk praktis untuk hidup sehat di dunia.
Pertama, Rasulullah SAW menekankan pentingnya moderasi dalam makan. Sabda beliau: “Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.” (HR. Tirmidzi). Prinsip ini terbukti mencegah obesitas, penyakit jantung, hingga diabetes yang kini menjadi masalah kesehatan global.
Kedua, beliau sangat memperhatikan kebersihan diri. Rasulullah mengajarkan wudhu sebelum shalat, mencuci tangan sebelum makan, hingga bersiwak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dalam ilmu kedokteran, kebiasaan ini terbukti mencegah berbagai penyakit menular.
Ketiga, Rasulullah SAW menyeimbangkan aktivitas, istirahat, dan olahraga. Beliau menganjurkan umatnya untuk berenang, berkuda, dan memanah—olahraga yang melatih daya tahan tubuh. Nabi juga membiasakan tidur lebih awal dan bangun sebelum fajar, ritme yang kini dikenal baik untuk metabolisme tubuh.
Keempat, kesehatan mental dan spiritual juga menjadi perhatian Rasulullah. Dengan dzikir, doa, dan shalat, beliau membimbing umatnya untuk mencapai ketenangan jiwa. Sains modern pun mengakui bahwa ketenangan batin dan spiritual well-being berperan besar dalam mencegah stres, depresi, dan gangguan mental lainnya.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita bahwa meneladani sunnah beliau adalah jalan menuju kesehatan yang paripurna. Umat Islam seharusnya menjadi umat yang kuat, produktif, dan sehat, sebagaimana sabdanya: “Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim).
Oleh karena itu, mari jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai titik balik untuk menata gaya hidup. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, kita tidak hanya memperoleh keberkahan hidup, tetapi juga menjaga kesehatan demi ibadah dan pengabdian yang lebih baik.
“Meneladani Rasulullah bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga soal menjaga tubuh dan jiwa agar tetap sehat. Dengan begitu, kita siap menjadi umat yang kuat, produktif, dan membawa manfaat bagi sesama,” pungkas Anggota LDK PP Muhammadiyah
dr. Aristanto Prambudi, M.Kes (MARS)., M.Kes., CHt, atau yang akrab disapa dr. Pram. (Aksar/Fikri)