SMK MUDISA Salurkan Dana Pendidikan Lewat LAZISMU, Puluhan Siswa Yatim & Dhuafa Berseri Kembali Menatap Masa Depan

Surabaya, syiarmu.com – Tidak semua siswa memiliki jalan yang mulus untuk menuntaskan pendidikan. Ada yang harus berjuang dengan keterbatasan, ada pula yang hampir menyerah karena himpitan ekonomi. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Ruko lantai 3 Mudisa Business Center, Jalan Gembong Sawah Barat 57A Surabaya, ketika SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA) bersama Kantor Layanan LAZISMU SMK MUDISA menggelar acara pentasyarufan dana pendidikan bagi lebih dari 20 siswa yatim, duafa, dan siswa yang berisiko putus sekolah.

Acara yang berlangsung Pada Kamis (25/9/2025) ini penuh khidmat menghadirkan tokoh-tokoh penting, mulai dari Kepala SMK MUDISA, Kepala Kantor Layanan LAZISMU Arvi Irchami bersama stafnya, hingga perwakilan dari Bank Jatim Syariah Cabang Surabaya, Bu Ninin dan Bu Devita. Momen tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan tak hanya berhenti pada kata-kata, tapi nyata dalam aksi.

Dalam sambutannya, Kepala SMK MUDISA dengan lantang menegaskan komitmennya.

“Bagi kami, pendidikan adalah hak setiap anak, bukan hanya milik mereka yang mampu. Program ini adalah bentuk ikhtiar kami agar tidak ada siswa MUDISA yang harus berhenti di tengah jalan hanya karena biaya. Kami akan terus berjuang bersama LAZISMU dan para mitra untuk menjaga asa mereka tetap menyala,” ucapnya penuh keteguhan.

Tak hanya sekadar memberi bantuan, program ini disebut sebagai dorongan moral sekaligus energi baru agar para penerima bisa belajar lebih semangat, yakin, dan percaya diri bahwa masa depan masih terbuka lebar.

Dukungan pun datang dari mitra perbankan syariah. Bu Ninin, perwakilan Bank Jatim Syariah Cabang Surabaya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Kami melihat program ini sebagai langkah nyata untuk membangun peradaban. Pendidikan adalah kunci perubahan. Apa yang dilakukan SMK MUDISA adalah investasi sosial yang nilainya tak bisa diukur dengan uang. Kami merasa terhormat bisa ikut bersinergi dalam agenda penuh makna ini,” tuturnya.

Sementara itu, Bu Devita menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung program-program lanjutan yang menyentuh ranah sosial, terutama pendidikan.

Kepala Kantor Layanan LAZISMU SMK MUDISA, Arvi Irchami, yang menjadi motor penggerak acara ini, menyampaikan pesan mendalam.

“Kami ingin menghadirkan cahaya harapan di tengah gelapnya keterbatasan. Melalui pentasyarufan ini, kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ada sekolah, ada LAZISMU, ada para dermawan, dan ada banyak pihak yang peduli. Dari sinilah kita ingin melahirkan generasi yang kuat dan berdaya,” ujarnya dengan penuh haru.

Suasana menjadi semakin menggetarkan ketika bantuan diserahkan secara simbolis. Senyum bercampur tangis haru mewarnai wajah siswa-siswa penerima manfaat. Sebagian dari mereka mengaku sempat ragu bisa terus melanjutkan sekolah karena biaya, namun kini mereka merasa hidup kembali.

Salah satu siswa bahkan berbisik lirih, “Terima kasih, SMK MUDISA. Saya janji akan belajar lebih giat, supaya tidak mengecewakan bapak-ibu guru dan donatur.” Kalimat sederhana ini seketika membuat suasana ruang acara seolah berhenti sesaat, semua yang hadir ikut merasakan getaran hati.

Tak butuh waktu lama, dokumentasi kegiatan ini menyebar di media sosial. Netizen ramai-ramai memberikan apresiasi, banyak yang menulis komentar seperti, “Inilah sekolah yang benar-benar peduli, bukan hanya pintar mencetak prestasi tapi juga peka pada kemanusiaan.”

Foto-foto haru siswa penerima bantuan viral dan memantik semangat publik untuk ikut berkontribusi. SMK MUDISA pun semakin dikenal sebagai sekolah dengan jiwa sosial yang besar.

Pentasyarufan dana pendidikan ini membuktikan satu hal yakni pendidikan tidak boleh terhenti karena keterbatasan ekonomi. SMK MUDISA melalui LAZISMU menunjukkan bahwa sekolah bisa menjadi pusat kepedulian, tempat di mana generasi penerus bangsa tak hanya diajarkan ilmu, tapi juga diberi kesempatan untuk bertumbuh dengan penuh harapan. (Irvandy/Fikri)

Tinggalkan komentar