Surabaya, syiarmu.com – Pada Selasa (9/12/2025) SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (Mudisa) menggelar kegiatan sosialisasi bersama KUA Simokerto dengan fokus utama pencegahan pernikahan dini. Acara ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Eko Puwarto, S.Ag, Ustad Munir, Nurul Rahmawati, dan Zainul Arifin, yang masing-masing memberikan pemaparan mendalam terkait dampak pernikahan dini secara psikologis, pendidikan, hukum, hingga kesehatan.
Dalam penyampaiannya, Eko Puwarto, S.Ag menekankan bahwa tren meningkatnya pernikahan dini di kalangan remaja merupakan persoalan yang harus segera diatasi. Beliau memberikan pesan kuat kepada seluruh siswa.
“Kita tidak bisa membiarkan pernikahan dini ini terus bertambah di kalangan pelajar. Karena itu, saya mengajak semua yang hadir untuk benar-benar fokus belajar terlebih dahulu,” ujar Pak Puwarto.

Materi selanjutnya dipaparkan oleh Ustadz Munir, yang meninjau persoalan pernikahan dini dari sudut pandang agama. Beliau mengingatkan pentingnya kesiapan ilmu, mental, dan tanggung jawab sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, Nurul Rahmawati membahas dampak pernikahan dini terhadap pendidikan dan masa depan pelajar, terutama terkait hilangnya kesempatan belajar serta risiko psikologis pada remaja.

Kemudian, Zainul Arifin menutup sesi materi dengan menjelaskan aspek hukum serta pentingnya memahami batas usia pernikahan yang telah diatur negara.
Kegiatan sosialisasi berlangsung aktif dan interaktif. Para siswa diberikan kesempatan bertanya dan berdiskusi secara terbuka dengan para narasumber, sehingga suasana menjadi lebih komunikatif dan informatif.
Dengan adanya kegiatan ini, sekolah berharap para siswa semakin memahami bahwa masa remaja adalah waktu terbaik untuk menimba ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan, bukan untuk mengambil keputusan besar yang belum sesuai usia.
Sosialisasi ini ditutup dengan harapan agar edukasi tentang pencegahan pernikahan dini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. (Salwatus Shifa/Fikri)
