Kajian Pencerah Ahad Pagi Teguhkan Etos Perubahan dan Persatuan Umat

Surabaya, syiarmu.com – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya kembali menyelenggarakan Kajian Pencerah Ahad Pagi pada Ahad (28/12/2025) pukul 07.00, bertempat di Masjid Jenderal Ahmad Yani PCM Simokerto, Jl. Sidoso V No. 29 Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan dan terbuka untuk umum.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Rafa, siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya, yang menambah kekhusyukan suasana kajian sejak awal kegiatan.
Selanjutnya, sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan PCM Simokerto. Dalam sambutannya disampaikan harapan agar kajian ini dapat memberikan dampak positif bagi jamaah.

“Semoga Kajian Pencerah ini dapat memberikan pencerahan dan menumbuhkan etos perubahan. InsyaAllah kami memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan PDM Kota Surabaya, yang mengapresiasi peran PCM Simokerto dalam menggerakkan dakwah.

“Simokerto termasuk cabang yang kaya dan sungguh luar biasa. Semoga semangat ini bisa menular ke cabang-cabang yang lain. Mohon dakwah ini dijalankan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Kajian inti menghadirkan Dr. Risman Muchtar, M.Si., Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai penceramah dengan tema “Menegakkan Islam dan Menolak Perpecahan – Tadabbur QS Asy-Syura ayat 13.”

Dalam tausiyahnya, ia menegaskan pentingnya keikhlasan, pemahaman akidah yang benar, serta komitmen dakwah sebagai identitas warga Muhammadiyah. Ia juga menekankan bahwa syariat Islam merupakan fondasi utama kehidupan seorang muslim dan persatuan umat harus terus dijaga.

Dakwah, menurutnya, harus dilakukan dengan cara yang membahagiakan, mencerahkan, menyenangkan, serta mampu menggerakkan umat menuju kebaikan.

Kajian Pencerah Ahad Pagi merupakan agenda rutin Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya dakwah dan pembinaan umat, guna meneguhkan nilai-nilai Islam dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. (H.N Mukhbita/Fikri)

Tinggalkan komentar