Surabaya, syiarmu.com – Kerinduan umat Islam terhadap keberkahan akhirat terpancar dalam kajian tarawih di Masjid Al Islam, Kamis (26/2/2026). Menghadirkan penceramah Ustadz Joni Sasongko, kajian kali ini mengupas tuntas tentang esensi doa sapu jagat dan klasifikasi golongan manusia saat memasuki gerbang surga.
Dalam pembukaannya, Ustadz Joni mengingatkan jamaah tentang doa yang paling sering dipanjatkan setiap hari: “Robbanaa atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qinaa adzaabannar”.
Beliau menekankan bahwa setiap mukmin sejatinya telah memiliki “tiket” menuju surga, namun proses menuju ke sana berbeda-beda bagi setiap individu.
Ustadz Joni merinci ada tiga jalur manusia masuk ke dalam surga:
Pertama, tanpa hisab & tanpa azab yakni golongan istimewa yang langsung masuk surga.
Kedua, dengan hisab tanpa azab yakni mereka yang diperiksa amalnya namun langsung mendapat rahmat.

Ketiga, hisab dan diazab yakni mereka yang harus “mampir” ke neraka terlebih dahulu untuk membersihkan dosa-dosanya.
Masuk ke inti materi, Ustadz Joni mengutip hadis Nabi Muhammad SAW mengenai empat karakter orang yang diharamkan api neraka atas mereka karena kemuliaan akhlaknya.
”Api neraka tidak akan menyentuh orang-orang yang memiliki sifat-sifat mulia ini dalam kesehariannya,” tutur beliau.
Berikut adalah empat karakter tersebut:
1. Hayyin (Ketenangan Jiwa)
Seseorang yang memiliki sifat tenang, pemaaf, dan tidak mudah meledak amarahnya. Mereka menghadapi masalah dengan kepala dingin dan hati yang lapang.

2. Layyin (Kelembutan)
Orang yang memiliki tutur kata santun dan sikap yang lemah lembut. Tidak kasar dalam berinteraksi sehingga membuat orang di sekitarnya merasa nyaman.
3. Sahlin (Memudahkan Urusan)
Karakter yang tidak suka mempersulit urusan orang lain dan mudah bergaul. Ustadz Joni mengingatkan janji Allah: “Barang siapa yang mempermudah urusan orang lain, maka Allah akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat.”
4. Qoribun Minannaas (Dekat & Ramah)
Sosok yang akrab, ramah, dan tidak eksklusif. Mereka selalu membangun kedekatan sosial yang baik dengan sesama tanpa memandang kasta.
Kajian tarawih diakhiri dengan pesan agar jamaah tidak hanya mengejar ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki hablum minannas (hubungan sesama manusia). Dengan memiliki empat karakter tersebut, seorang muslim tidak hanya dicintai di bumi, tetapi juga dijaga oleh Allah dari panasnya api neraka. (Wahid/Fikri)
