Surabaya, syiarmu.com – Auditorium SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menjadi pusat re-charging energi profesionalisme bagi para penggerak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pada Sabtu (7/3/2026).
Melalui tajuk “Membangun Budaya Kerja Profesional Menuju AUM Unggul dan Berdaya Saing”, acara yang diinisiasi oleh Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan ini menghadirkan sosok kompeten, Dr. Hidayatulloh, M.Si. Beliau merupakan Rektor UMSIDA sekaligus Wakil Ketua PWM Jawa Timur.
Dalam paparan materi yang sangat insightful, Dr. Hidayatulloh menekankan bahwa kualitas sebuah lembaga, dalam hal ini AUM, sangat bergantung pada budaya kerja sumber daya manusianya. Beliau membawakan konsep yang menyatukan antara etos kerja modern dan nilai-nilai qurani.

Beberapa poin Golden Rules yang dibagikan dalam kajian tersebut antara lain:
- Kerja sebagai Kompetisi
Mengadopsi ideologi fastabiqul khairat. Bukan sekadar ingin menang dari orang lain, melainkan berlomba-lomba memberikan versi terbaik dari diri sendiri secara terus-menerus. - Peningkatan Berkelanjutan
Mengacu pada surah Al-Insyirah dan Ad-Duha untuk mengingatkan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin. Jika kualitas kerja masih sama, itu menandakan sebuah kerugian. - Kebahagiaan Paripurna
Kerja profesional harus menghasilkan kebahagiaan yang lengkap, mulai dari fisik (physical), intelektual (intellectual), sosial (social), hingga puncaknya pada kebahagiaan spiritual (spiritual happiness).
Acara ini juga diwarnai diskusi hangat mengenai strategi membawa sekolah, rumah sakit, maupun unit usaha Muhammadiyah lainnya menjadi entitas yang kompetitif di era transformasi digital.

“Jika ingin AUM ini terus eksis, berkembang, meningkat, unggul, dan kompetitif, maka Anda harus sangat serius membangun budaya kerja profesional,” tegas Dr. Hidayatulloh dalam salah satu salindia presentasinya yang memukau.
Di tengah persaingan global, Muhammadiyah melalui Majelis Kader PCM Krembangan menyadari bahwa militansi saja tidak cukup. Dibutuhkan kecakapan (skill) dan mentalitas profesional agar pelayanan umat tetap relevan serta menjadi pilihan utama masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di bulan Ramadan 1447 H ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Momen ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta bahwa menjadi profesional adalah bentuk manifestasi iman yang nyata di dunia kerja. (Nila/Fikri)
