PCA Krembangan Bedah Rahasia Ketenangan Hati Melalui Kajian Ramadan

Surabaya, syiarmu.com – Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian cepat, banyak orang terjebak dalam pengejaran kebahagiaan semu. Menjawab kegelisahan tersebut, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krembangan menggelar kajian Ramadan spesial pada Ahad (15/3/2026).

Acara yang berlangsung di Masjid At Taqwa ini menghadirkan pemateri karismatik, Ustaz Afifun Nidlom, S.Ag., M.Pd., M.H. Dengan mengusung tema “Sabar Tanpa Batas, Bahagia Tanpa Syarat”, kajian ini membedah filosofi ketenangan hati dari sudut pandang spiritual sekaligus psikologi modern.

Banyak orang berpikir bahwa menjadi religius berarti hidup akan berjalan mulus tanpa hambatan. Namun, Ustaz Afifun mengawali ceramahnya dengan pengingat yang tajam.

“Pemahaman bahwa semakin dekat dengan Allah maka dunia akan selalu tersenyum tanpa masalah adalah keliru,” tegasnya.

Beliau menekankan bahwa masalah adalah sebuah keniscayaan karena hidup selalu berisi ujian dan perubahan. Menurutnya, banyak orang menggantungkan bahagia pada harta dan kesuksesan, padahal kebahagiaan sejati berasal dari ketenangan hati.

Mengutip Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 10, Ustaz Afifun menjelaskan bahwa sabar adalah investasi terbaik seorang mukmin. Allah menjanjikan pahala tanpa batas (bi ghairi hisab) bagi mereka yang mampu menjaga hatinya dalam balutan kesabaran.

Beliau juga membagikan resep “Mentalitas Menang” melalui hadis Rasulullah SAW. Jika mendapat kesenangan, seorang mukmin bersyukur, dan jika tertimpa kesusahan, ia bersabar. Keduanya adalah kebaikan bagi sang hamba.

Hal menarik dalam kajian ini adalah saat Ustaz Afifun menyandingkan nilai Islam dengan riset psikologi positif dari Dr. Nick Baylis (Cambridge) dan Prof. Martin Seligman (Pennsylvania University).

Hasil riset menunjukkan bahwa pengejaran kesenangan jangka pendek tidak menyumbang banyak bagi kepuasan hidup jangka panjang. Seligman secara empiris menyarankan satu hal sederhana: “Dekatlah dengan Tuhan.” Data membuktikan bahwa orang yang religius jauh lebih optimis dan tangguh menghadapi tekanan.

Di akhir sesi, Ustaz Afifun merangkum empat pilar hidup bahagia:

  1. Patuh beragama.
  2. Menjadi hamba yang bersyukur.
  3. Menjadi pribadi yang menyenangkan.
  4. Menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.

Sejalan dengan pesan tersebut, kehadiran PCA Krembangan menjadi sangat relevan. Aktif berorganisasi di Aisyiyah bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan bentuk nyata upaya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat.

Melalui berbagai program dakwah, sosial, dan pendidikan di Krembangan, para kader diajak mengasah kesabaran kolektif. Kebahagiaan tanpa syarat akan lebih mudah diraih ketika seseorang sibuk menebar manfaat di bawah naungan persyarikatan.

Kajian ditutup dengan pengingat bahwa dunia adalah tempat persinggahan untuk melihat siapa yang terbaik amalnya. Mari terus istiqamah dalam thalabul ilmi dan aktif menggerakkan dakwah bersama PCA Krembangan. (Nila/Fikri)

Tinggalkan komentar