Batik Terbaru Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya Resmi Diluncurkan di Smamda Tower

Surabaya, syiarmu.com – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya resmi meluncurkan batik terbaru dalam sebuah acara yang digelar di Smamda Tower pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas organisasi melalui karya seni batik kontemporer.

Batik ini diprakarsai oleh Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya. Desainnya mengandung berbagai simbol yang sarat makna, mencerminkan nilai-nilai lokal serta keterbukaan terhadap perkembangan global.

Motif utama yang diangkat adalah Suro dan Boyo yang berpadu dalam satu hamparan, melambangkan jiwa Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang penuh semangat. Selain itu, terdapat motif Semanggi yang menggambarkan pelestarian budaya lokal, kerendahan hati, serta kebermanfaatan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, elemen logo Aisyiyah juga disisipkan sebagai simbol sejarah dan kolaborasi. Hal ini menunjukkan bahwa Suro dan Boyo terbuka terhadap pengaruh Asia dan dunia internasional tanpa kehilangan jati diri Aisyiyah itu sendiri. Dalam filosofi yang lebih dalam, Suro melambangkan ketenangan sekaligus identitas Surabaya sebagai kota maritim.

Jenis batik yang dipilih adalah batik kontemporer dengan gaya pesisiran. Secara keseluruhan, batik ini membawa pesan keharmonisan dalam dinamika kehidupan, dengan menggabungkan kekuatan simbol Suro dan Boyo serta kelembutan warna pink. Perpaduan ini mencerminkan keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dan sentuhan struktur modern.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Fitriyah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan pandangannya mengenai pemilihan warna dalam desain batik ini.

“Untuk pemilihan warna kita memilih desain yang sangat berani dan mencerminkan karakter masyarakat pesisir yang terbuka. Warna merah muda memberikan kesan kasih sayang, kelembutan, dan keramahan. Warna hijau Semanggi melambangkan pertumbuhan, kesuburan, dan kesejukan. Kuning melambangkan kemuliaan dan kemakmuran, biru pada,” ujarnya.

Peluncuran batik ini diharapkan tidak hanya menjadi identitas visual bagi Aisyiyah Kota Surabaya, tetapi juga mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal serta mendorong inovasi dalam dunia batik Indonesia. (H.N Mukhbita/Fikri)

Tinggalkan komentar