PCM Krembangan Siapkan Ranting Luar Biasa Melalui Upgrading di Mojokerto

Mojokerto, syiarmu.com – Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya menggelar kegiatan Upgrading Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kota Surabaya. Acara yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 2–3 Mei 2026, ini dipusatkan di Mojokerto dengan tujuan memperkuat akar rumput organisasi.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan turut memberikan dukungan penuh dengan mengirimkan 11 peserta perwakilan dari berbagai ranting di wilayahnya. Kehadiran delegasi dari Krembangan ini membawa misi besar untuk melakukan transformasi gerakan di tingkat bawah.

Fokus utama dari partisipasi ini adalah mengubah status dan performa ranting, dari yang sebelumnya berkategori “ranting biasa” menjadi “ranting luar biasa”. Melalui materi yang diberikan selama dua hari tersebut, para peserta dibekali strategi manajerial dan penguatan ideologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks di tengah masyarakat perkotaan.

Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa keberhasilan sebuah ranting terletak pada “Ruhnya Ranting Muhammadiyah” yang harus senantiasa dijaga. Poin pertama yang menjadi perhatian adalah terciptanya pengajian rutin yang subur. Ranting diharapkan tidak hanya menjadi struktur formal, tetapi juga menjadi pusat ilmu pengetahuan dan siraman rohani yang mampu menarik minat warga untuk mendalami nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan secara konsisten.

Selain penguatan literasi agama, aspek sarana prasarana juga menjadi bahasan krusial, yakni mewujudkan Masjid Muhammadiyah yang makmur dan memakmurkan. Masjid tidak boleh hanya megah secara fisik, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan jemaah. Dengan konsep ini, masjid dikelola secara profesional untuk melayani umat, baik dalam urusan ibadah maupun pemberdayaan ekonomi sosial.

Semangat berorganisasi di tingkat ranting juga harus dilandasi dengan keikhlasan yang tinggi. Para peserta diajak untuk menanamkan prinsip beramal dengan ikhlas dan gembira dalam setiap derap langkah perjuangan. Tanpa rasa gembira, beban dakwah akan terasa berat. Namun dengan hati yang tulus, setiap program kerja akan berjalan lebih ringan dan penuh keberkahan.

Poin terakhir yang tidak kalah penting adalah kedisiplinan dalam berorganisasi melalui manajemen rapat yang efektif. Setiap PRM diinstruksikan untuk melaksanakan rapat rutin minimal sepekan sekali. Rapat tersebut tidak boleh sekadar menjadi rutinitas tanpa hasil; setiap pertemuan harus segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata, evaluasi yang tajam, serta pemberian solusi atas kendala di lapangan.

Menanggapi kegiatan ini, H. Soedjono, M.Pd., Wakil Ketua PCM Krembangan Bidang Kader dan Ranting, menyampaikan apresiasi dan harapannya. Beliau menegaskan bahwa upgrading ini adalah momentum penting bagi kader di tingkat ranting untuk melakukan refleksi dan akselerasi gerakan.

“Jika keempat ruh organisasi tersebut dijalankan secara istikamah, maka kejayaan Muhammadiyah di tingkat akar rumput akan menjadi motor penggerak kemajuan bagi bangsa dan agama,” pungkasnya. (Wahid/Fikri)

Tinggalkan komentar