Santri Panti Asuhan KH Achmad Dahlan Belajar Jurnalistik sebagai Sarana Dakwah Digital

Surabaya, syiarmu.com – Pada Jumat (23/5/2026) setelah ba’da Isya, telah dilaksanakan kegiatan belajar jurnalistik yang bertempat di Panti Asuhan Muhammadiyah KH Achmad Dahlan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan para santri di bidang literasi media serta jurnalistik di era digital saat ini.

Kegiatan tersebut diisi oleh Ustadz Muhaimin selaku perwakilan dari LDK PP Muhammadiyah. Dalam sesi penyampaian materinya, beliau menekankan pentingnya peran jurnalistik sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar, beretika, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, jurnalisme yang bertanggung jawab harus mampu menjadi alat dakwah yang efektif sekaligus menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, Ustadz Muhaimin juga memberikan motivasi kepada para santri agar mampu memanfaatkan media sebagai alat dakwah dan pengembangan diri. Ia menegaskan bahwa kemampuan mengelola media secara positif dapat membantu menyebarkan pesan-pesan moral dan meningkatkan keimanan melalui pendekatan yang modern dan kreatif.

Para santri Panti Asuhan Muhammadiyah KH Achmad Dahlan yang mengikuti kegiatan ini tampak antusias dalam menyimak materi yang disampaikan. Mereka diajak memahami dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik penulisan berita, cara mencari informasi yang valid dan akurat, hingga pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan sebuah informasi kepada publik.

Salah satu santri bernama Radhi Dwi mengungkapkan bahwa ia merasa tertarik dengan materi tersebut karena dapat memperluas wawasan tentang cara menyusun berita yang baik dan benar.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu pengetahuan tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta rasa percaya diri para santri dalam menulis dan berkomunikasi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka mampu menjadi generasi muda yang cerdas dalam penggunaan media digital serta mampu menyebarkan informasi positif dan inspiratif di lingkungan sekitar.

Seiring perkembangan teknologi saat ini, literasi media menjadi hal sangat penting untuk dikuasai generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau informasi palsu. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa tingkat literasi media di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan anak muda dan santri.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapannya para santri mampu menjadi agen perubahan yang mampu memfilter dan menyebarluaskan berita yang benar serta bermanfaat.

Santri peserta kegiatan mengungkapkan rasa syukur dan bangga bisa mengikuti pelatihan jurnalistik ini. Mereka merasa mendapatkan pengalaman berharga dan berharap kegiatan semacam ini rutin dilakukan agar pengetahuan mereka semakin berkembang.

Salah satu santri bernama Aisyah mengatakan, “Saya sangat bersyukur bisa belajar tentang jurnalistik karena sekarang saya tahu bagaimana menulis berita yang baik dan menjaga etika dalam menyampaikan informasi.”

Tak lupa, ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini khususnya kepada LDK PP Muhammadiyah dan seluruh pengurus panti asuhan. Semoga ilmu yang telah disampaikan hari ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak dan membawa keberkahan.

Semoga kegiatan belajar jurnalistik ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat besar bagi generasi muda Islam khususnya para santri Muhammadiyah. Dengan bekal pengetahuan ini, mereka diharapkan mampu menjadi individu yang cerdas bermedia sekaligus penyebar kebaikan di tengah tantangan zaman digital saat ini. (Andika Pratama/Fikri)

Tinggalkan komentar