Nganjuk — Membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan diri tidak bisa dilakukan secara instan; ia harus ditanamkan sebagai fondasi sejak usia dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Kelompok 3 menggelar program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan gigi dan mulut bagi siswa kelas 1 dan 2 di SDN 2 Kedungsoko pada Rabu (22/7/2026) pagi.
Inisiatif kelompok mahasiswa ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pihak sekolah. Dukungan tersebut dibuktikan secara nyata melalui penyediaan fasilitas ruangan, serta alokasi waktu khusus pada jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) resmi yang diberikan kepada tim KKN.

Dimulai tepat setelah jam istirahat pertama pada pukul 09.00 WIB, kegiatan diawali dengan pemberian materi dasar secara satu arah. Agar penyampaian materi komprehensif dan akurat secara medis, sesi edukasi ini dipandu langsung oleh anggota tim KKN yang berlatar belakang program studi kesehatan dan kedokteran gigi. Dengan pendekatan yang ramah anak, mereka menjelaskan bahwa penerapan PHBS di sekolah sangat krusial untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit sekaligus mendukung konsentrasi dan prestasi belajar siswa.
Di samping kebersihan tubuh, mahasiswa juga menekankan bahwa kesehatan gigi dan mulut sangat memengaruhi fungsi pengunyahan, estetika, hingga kelancaran pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak.


Agar materi yang disampaikan tidak lewat begitu saja, tim KKN mengubah suasana kelas menjadi sesi interaktif dua arah. Guna melatih motorik anak-anak sekaligus memberikan gambaran visual yang tepat, mahasiswa dari jurusan kedokteran gigi mengeluarkan media peraga berupa model rahang gigi skala 1:1.
Menggunakan alat peraga tersebut, para siswa diajarkan teknik menyikat gigi yang benar, yakni menyikat dari arah gusi ke gigi, serta menyikat bagian lidah. Mahasiswa juga mengingatkan siswa untuk rutin menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi ber-fluoride dengan takaran cukup sebesar biji kacang polong.

Tidak berhenti di kebersihan mulut, edukasi dilanjutkan dengan praktik kebersihan tangan. Siswa diajak mempraktikkan langsung 6 langkah cuci tangan pakai sabun selama 60 detik di bawah air mengalir agar tangan benar-benar bersih dari kuman. Anak-anak juga diberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya memilih jajanan yang sehat dengan memperhatikan aroma dan kemasan, serta memperbanyak minum air putih dan mengurangi makanan manis.
Rangkaian kegiatan edukatif yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini akhirnya ditutup pada pukul 11.00 WIB dengan penuh keceriaan. Sebagai bentuk apresiasi, tim KKN menyediakan bingkai (frame) khusus bertema kebersihan diri untuk sesi foto bersama. Melalui intervensi dari mahasiswa kesehatan ini, diharapkan para siswa kelas 1 dan 2 SDN 2 Kedungsoko dapat membawa pulang kebiasaan baru yang akan melindungi kesehatan mereka hingga dewasa kelak. (Tim KKN 3/Fikri)
