Cegah Penyakit Sedini Mungkin, Mahasiswa KKN MAs Kelompok 93 Gelar Pemeriksaan Kesehatan Siswa SDN Ngenep 2

Malang, syiarmu.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ’Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 93 dari Program Studi Kesehatan menggelar pemeriksaan kesehatan dan pemberian imunisasi gratis bagi siswa SDN Ngenep 2, Kabupaten Malang, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan secara langsung ke masyarakat, sekaligus mendorong pentingnya deteksi dini kesehatan anak usia sekolah.

Pemeriksaan kesehatan ini menyasar siswa kelas 1 dan kelas 5. Mengandeng perawat desa setempat, para mahasiswa mendampingi rangkaian pemeriksaan yang meliputi kesehatan mata, tekanan darah, serta kesehatan gigi dan mulut. Selain pemeriksaan fisik, para siswa juga menerima imunisasi sebagai langkah pencegahan penyakit.

Pemeriksaan kesehatan di sekolah bukan sekadar agenda rutin harian. Gangguan penglihatan yang tidak disadari kerap membuat siswa kesulitan membaca papan tulis dan menyerap materi pelajaran. Begitu pula dengan gangguan kesehatan gigi yang dapat mengganggu kenyamanan belajar anak. Melalui pemantauan berkala, potensi masalah kesehatan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti lebih awal.

Anggota KKN MAs Kelompok 93, Firdha, mengungkapkan pentingnya menjaga asupan dan layanan kesehatan anak sejak dini.

“Kami sangat senang bisa membantu kegiatan cek kesehatan gratis dan imunisasi ini. Kesehatan anak-anak sangat penting dijaga untuk mencegah penyakit, sekaligus mengobati indikasi awal sebelum parah. Untuk menjaga kondisi tetap optimal, anak butuh makanan bergizi, vitamin, dan dukungan dari fasilitas kesehatan,” ujar Firdha.

“Jika kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi, tumbuh kembang mereka di masa depan dapat terganggu. Kami berharap Poskesdes atau Pustu (Puskesmas Pembantu) di Desa Ngenep bisa terus menjalankan program rutin ke sekolah-sekolah,” tambahnya.

Kehadiran para mahasiswa juga disambut hangat oleh pihak sekolah dan tenaga kesehatan setempat. Pendampingan persuasif dari mahasiswa dinilai berhasil menciptakan suasana yang ramah dan kondusif, sehingga para siswa tidak merasa takut saat menjalani pemeriksaan.

Perawat Desa Ngenep yang bertugas di Pustu setempat, Anita, mengapresiasi penuh inisiatif dan kontribusi mahasiswa KKN MAs Kelompok 93.

“Saya sangat terima kasih atas bantuan dari adik-adik KKN. Anak-anak SDN Ngenep 2 sangat senang didatangi kakak-kakak mahasiswa. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada anak-anak,” kata Anita.

Menurut Anita, pelaksanaan edukasi di lingkungan sekolah membuat jangkauan informasi kesehatan menjadi lebih luas ketimbang hanya berpusat di Posyandu atau Pustu.

“Anak-anak jadi bisa memahami pentingnya memprioritaskan kesehatan sejak dini tanpa harus menunggu jadwal Posyandu. Edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat ini saya harapkan tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut melalui kolaborasi antara pihak sekolah dan tenaga kesehatan desa,” tegasnya.

Sinergi antara perawat desa, pihak sekolah, dan mahasiswa KKN MAs ini menegaskan bahwa deteksi dini bukan sekadar menunggu anak jatuh sakit baru bertindak. Lebih dari itu, deteksi dini adalah upaya mengenali kondisi tubuh sejak awal, melakukan tindakan preventif, dan membangun kesadaran pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia dini. (Tim KKN 93/Fikri)

Tinggalkan komentar