Surabaya, syiarmu.com – Berawal dari proses mengenali potensi dan mengembangkan kreativitas, para santri Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) KH. Ahmad Dahlan, Surabaya, menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui kegiatan Gelar Karya Potensi dan Kreativitas Santri sebagai penutup rangkaian Projek Kepemimpinan “Aku Bisa, Aku Berani” yang dilaksanakan oleh mahasiswi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jumat (25/9/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di PAM KH. Ahmad Dahlan, Jalan Tambak Asri No. 202, Surabaya, tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk menampilkan berbagai karya, minat, dan bakat yang telah dikembangkan selama mengikuti rangkaian pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh santri jenjang SMP dan SMK, mahasiswa PPG UMSURA, serta pengelola panti.
Sebelum kegiatan dimulai, panitia telah melakukan persiapan sejak pukul 16.00 WIB untuk menyiapkan berbagai kebutuhan acara. Kegiatan kemudian dimulai pukul 19.00 WIB yang dibuka oleh Ayular selaku MC formal.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Imam Mutaqin selaku Kepala Asrama PAM KH.Ahmad Dahlan dan Shofa Qolbiyatun Nurul Latifah selaku Ketua Projek Kepemimpinan “Aku Bisa, Aku Berani”
Dalam sambutannya, Shofa menyampaikan bahwa kegiatan Gelar Karya tidak hanya menjadi agenda penutup, tetapi juga menjadi wadah bagi para santri untuk berani menunjukkan kemampuan serta mendapatkan apresiasi atas proses yang telah mmereka jalani.
“Gelar Karya ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menampilkan dan mempresentasikan hasil karya yang telah mereka buat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses mereka dalam mengembangkan potensi, kreativitas, serta meningkatkan kepercayaan diri,” ujar Shofa.

Setelah rangkaian pembukaan dan sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penampilan karya yang dipandu oleh MC Niar dan Lyra. Para santri secara bergantian menampilkan berbagai kemampuan sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.
Beragam karya dan penampilan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mmulai dari menggambar, kultum, pidato, pembuatan poster, bermain gitar, menyanyi, fotografi, cerpen, hingga seni bela diri Tapak Suci.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para santri tidak hanya menampilkan hasil karya, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menjelaskan alasan, proses, dan makna di balik karya yang mereka buat.
Salah satu santri yang menampilkan karya gambar menjelaskan alasan memilih objek yang dibuat. Saat ditanya mengenai karya tersebut, ia menyampaikan bahwa gambar burger dipilih karena merupakan makanan yang ia sukai.
“Saya memilih gambar burger karena saya suka makan ini,” ungkapnya.
Selain karya gambar, terdapat pula santri yang membuat karya cerpen. Dalam sesi interaksi bersama MC, santri tersebut menjelaskan bahwa proses pembuatan cerpen membutuhkan waktu sekitar satu hari. Karya tersebut dibuat sebagai bentuk ekspresi dan berkaitan dengan cita-cita yang ingin diraih.
Pada sesi kultum, santri bernama Galang menyampaikan materi mengenai kondisi Indonesia. la menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut didasarkan pada berbagai keadaan yang terjadi di Indonesia saat ini.
“Saya memilih topik ini karena sesuai dengan keadaan Indonesia saat ini, seperti banyaknya korupsi, hutan yang terbakar, dan makanan yang seharusnya bergizi untuk anak-anak tetapi justru menjadi masalah,” jelas Galang.
Sementara itu, Fatir menampilkan karya poster dengan tema menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan kelas. la menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih karena memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang bersih.
“Saya membuat poster tentang sekolah dan menjaga lingkungan sekolah atau kelas karena saya tidak suka melihat lingkungan yang kotor,” ujar Fatir.
Tidak hanya menjadi wadah untuk menunjukkan karya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melihat perkembangan kepercayaan diri para santri setelah mengikuti rangkaian Projek Kepemimpinan “Aku Bisa, Aku Berani”
Setelah kegiatan selesai, para santri diminta untuk mengisi Lembar Identifikasi Akhir Kegiatan yang berisi skala kepercayaan diri serta pertanyaan mengenai perubahan yang dirasakan setelah mengikuti program.
Salah satu santri, Fatir, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan perubahan positif terhadap dirinya, terutama dalam keberanian berbicara di depan orang lain.
“Waktu dulu saya malu-malu untuk berbicara di hadapan orang lain. Setelah kegiatan ini saya berani berbicara kepada orang lain,” ungkap Fatir.

Sementara itu, Imam Mutaqin, selaku Kepala Asrama PAM KH. Ahmad Dahlan, mengapresiasi pelaksanaan Projek Kepemimpinan memberikan ruangbagi santri untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena anak-anak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bakat dan karya mereka. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman positif bagi santri, terutama dalam membangun keberanian, kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan untuk tampil di depan orang lain,” tutur Imam.
la berharap pengalaman yang diperoleh selama rangkaian kegiatan dapat terus dikembangkan oleh para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Gelar Karya Potensi dan Kreativitas Santri menjadi penutup rangkaian Projek Kepemimpinan “Aku Bisa, Aku Berani” mahasiswi PPG Umsura di PAM KH. Ahmad Dahlan. Melalui kegiatan tersebut, para santri tidak hanya menampilkan hasil kreativitas, tetapi juga memperoleh ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan membangun keberanian.
Melalui semangat “Aku Bisa, Aku Berani”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman bermakna bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki. (Ayu/Fikri)
