Tanamkan Keberanian Sejak Dini, KB Aisyiyah 05 Surabaya Ajak Anak Belajar Langsung di Mako Damkar

Surabaya syiarmu.com – Suasana berbeda terlihat di Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Jalan Pasar Turi No. 21, Sabtu (3/10/2026). Jika biasanya tempat ini dipenuhi aktivitas para petugas yang sigap menghadapi berbagai situasi darurat, kali ini suara riang anak-anak Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah 05 Surabaya ikut mewarnai suasana.

Puluhan anak usia 3–4 tahun tampil layaknya “pemadam cilik”. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka mengamati kendaraan pemadam, mengenal perlengkapan keselamatan, mencoba menyemprotkan air, hingga belajar bagaimana bersikap ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan diri.

Kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan jalan-jalan atau rekreasi. KB Aisyiyah 05 Surabaya merancangnya sebagai edutrip sekaligus observasi lapangan untuk mengenalkan konsep keselamatan diri, keberanian, kepedulian, dan kemandirian melalui pengalaman nyata.

Kegiatan ini juga menjadi pengantar sebelum anak-anak memasuki pembelajaran dengan topik “Menjaga Keselamatan Diri” dan subtopik “Pemadam Kebakaran” pada pekan berikutnya.

Sebelum meninggalkan sekolah, anak-anak terlebih dahulu mendapatkan pengarahan sederhana. Mereka diajak memahami aturan menjaga keselamatan, termasuk menjaga mulut, tangan, dan kaki, kemudian bersama-sama memanjatkan do’a sebelum perjalanan.

Namun, kejutan pertama sudah dimulai sejak perjalanan.

Anak-anak diajak menggunakan transportasi umum Bemo menuju lokasi kegiatan. Bagi sebagian anak yang belum pernah atau jarang menggunakan Bemo, perjalanan ini menjadi pengalaman tersendiri.

Rasa penasaran terlihat dari wajah mereka. Perjalanan menuju Mako Damkar pun berubah menjadi bagian dari pembelajaran, anak tidak hanya mengenal tempat baru, tetapi juga belajar menggunakan fasilitas transportasi dan mengikuti aturan selama perjalanan.

Untuk menjaga kenyamanan dan efektivitas kegiatan, edutrip dilaksanakan dalam dua gelombang.

Gelombang I, Sabtu (3/10/2026), diikuti oleh Kelompok Bermain Al Wahhab, sedangkan Gelombang II, Senin (5/10/2026), diperuntukkan bagi Kelompok Bermain Al Wadud.

Sesampainya di Mako DPKP Surabaya, anak-anak dengan tertib meletakkan tas sebelum mengikuti kegiatan di ruang edukasi Wisata Edukasi Pemadam Cilik (Wisdamcil) Rumah Om Firman (Fireman).

Di tempat inilah rasa ingin tahu anak semakin berkembang.

Petugas pemadam kebakaran memberikan edukasi dengan cara yang mudah dipahami anak usia dini. Mereka mengenalkan tugas seorang pemadam kebakaran, bagaimana api dapat dipadamkan, serta berbagai benda di rumah yang harus digunakan dengan hati-hati.

Anak-anak juga diajak memahami bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa. Sejak kecil pun mereka dapat belajar mengenali bahaya dan melakukan tindakan sederhana untuk melindungi diri.

Beberapa pesan keselamatan yang ditekankan antara lain:

  1. Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala.
  2. Jangan bermain dengan benda yang dapat memicu kebakaran.
  3. Pastikan colokan listrik dilepas ketika akan bepergian.
  4. Saat meninggalkan rumah, sampaikan kepada tetangga jika diperlukan.
  5. Ketika mobil pemadam kebakaran melintas, segera beri tahu orang tua agar menepi dan memberi jalan kepada petugas.

Pesan terakhir menjadi pembelajaran penting bagi anak-anak. Mereka dikenalkan bahwa memberi jalan kepada mobil pemadam bukan sekadar aturan lalu lintas, tetapi dapat membantu petugas lebih cepat tiba di lokasi dan menyelamatkan warga yang membutuhkan.

Pembelajaran semakin menarik karena anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan.

Mereka melihat secara langsung berbagai perlengkapan yang digunakan petugas pemadam kebakaran.

Mulai dari Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju tahan api, helm keselamatan, sarung tangan tebal, hingga sepatu bot. Anak-anak juga diperkenalkan dengan kendaraan pemadam, selang atau hose, serta pompa air yang menjadi bagian penting dalam proses pemadaman.

Salah satu benda yang menarik perhatian anak adalah APAR atau Alat Pemadam Api Ringan.

Menariknya, anak-anak dapat menjawab ketika ditanya mengapa disebut “ringan”. Mereka memahami bahwa alat tersebut relatif mudah dibawa dan digunakan untuk membantu menangani api pada tahap awal.

Tidak hanya kebakaran, petugas juga memperkenalkan alat berupa tongkat penjepit yang digunakan untuk menangani ular yang masuk ke lingkungan permukiman warga.

Dari sini anak-anak mendapatkan pemahaman bahwa tugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi yang membutuhkan pertolongan.

Suasana yang sebelumnya penuh perhatian mendadak berubah menjadi penuh keceriaan ketika sosok Gadam (Gajah Pemadam) hadir sebagai tamu kejutan.

Maskot berbentuk gajah dengan atribut pemadam kebakaran itu langsung menarik perhatian anak-anak.

Dengan mengenakan baju dan topi pemadam, anak-anak berkesempatan berfoto bersama Gadam. Setelah itu, mereka mendapatkan pengalaman yang paling ditunggu: mencoba memadamkan api mainan menggunakan nozzle sprayer.

Wajah-wajah penuh antusias terlihat ketika anak-anak memegang alat penyemprot dan mengarahkan air ke sasaran.

Bagi mereka, kegiatan tersebut mungkin terlihat seperti permainan. Namun, di balik keseruannya terdapat proses belajar yang penting: anak belajar mengikuti instruksi, berani mencoba, mengenal fungsi alat, serta memahami bahwa menghadapi bahaya harus dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak panik.

Anak-anak kemudian diajak berkeliling kawasan Tugu Pahlawan menggunakan mobil pemadam kebakaran. Pengalaman menaiki kendaraan yang selama ini mungkin hanya mereka lihat melintas di jalan menjadi pengalaman nyata yang sulit dilupakan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan bermain air.

Anak-anak tampak menikmati momen basah-basahan bersama sembari merasakan sensasi menjadi “pemadam cilik”.

Keceriaan tersebut menjadi penutup edutrip yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga sarat pembelajaran.

Kepala KB Aisyiyah 05 Surabaya, Nila Kartikasari, S.Pd., CCLS, CTRS, CCHS, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar anak mendapatkan pembelajaran melalui pengalaman langsung.

Menurutnya, profesi pemadam kebakaran memberikan banyak nilai yang dapat dikenalkan kepada anak usia dini, terutama keberanian, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat menolong sesama.

“Perjuangan seorang pemadam kebakaran itu luar biasa. Nyawa menjadi taruhan ketika mereka memadamkan api dan menyelamatkan banyak nyawa. Itu yang bisa dipelajari anak-anak. Tentunya ada banyak pelajaran seperti peduli satu sama lain yang perlu dikenalkan sejak dini, bahkan saat usia kelompok bermain yaitu 3–4 tahun,” ungkap Nila.

Menurutnya, pembelajaran anak usia dini tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Dunia sekitar justru dapat menjadi sumber belajar yang kaya apabila dirancang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.

Edutrip ke Mako Damkar menjadi salah satu bentuk komitmen KB Aisyiyah 05 Surabaya dalam menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak.

Anak tidak hanya diberi tahu bahwa api itu berbahaya. Mereka diajak melihat, mendengar, bertanya, mencoba, dan mengalami secara langsung bagaimana para petugas bekerja menjaga keselamatan masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pembelajaran mendalam, yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk membangun pemahaman melalui pengalaman yang nyata, menyenangkan, dan bermakna.

Dari sebuah perjalanan sederhana, anak-anak belajar banyak hal: berani, tertib, mandiri, peduli, mengenali bahaya, mengikuti aturan, dan menghargai profesi orang lain.

Dan mungkin, bagi sebagian anak, pengalaman hari itu akan menjadi awal dari sebuah cita-cita baru:

“Aku ingin menjadi pemadam kebakaran!”

Pengalaman edutrip ke Mako Damkar merupakan salah satu kegiatan yang dihadirkan KB Aisyiyah 05 Surabaya untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak berhenti pada teori.

Dengan lingkungan belajar yang dirancang dekat dengan kehidupan anak, setiap kegiatan menjadi kesempatan untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, keberanian, kepedulian, dan rasa ingin tahu.

Bagi Ayah Bunda yang sedang mencari lingkungan pendidikan anak usia dini yang menghadirkan kegiatan belajar sekaligus pengalaman nyata, pendaftaran indent KB Aisyiyah 05 Surabaya untuk Tahun Ajaran Baru telah resmi dibuka.

Kuota kelas terbatas agar proses pembelajaran tetap nyaman dan berkualitas.

KB Aisyiyah 05 Surabaya
Jl. Dupak Bangunsari No. 63, Surabaya
Informasi & Pendaftaran Indent: 0857 3139 8056
Pendaftaran juga dapat dilakukan langsung di sekolah.

KB Aisyiyah 05 Surabaya — Belajar sambil bermain, bermain seraya belajar.

(Nila/Fikri)

Tinggalkan komentar