Surabaya, syiarmu.com – Klinik Pratama Rawat Jalan Al Azhar menggelar kegiatan edukasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada Sabtu (10/10/2026) bertempat di aula Klinik Pratama Rawat Jalan Al Azhar, Jalan Dupak Bandarejo No. 23, Surabaya. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan ini diikuti oleh 40 anggota Klub Prolanis Al Azhar dengan penuh antusiasme.
Edukasi kali ini mengangkat tema “Krisis Hipertensi”, dengan pemateri Kepala Klinik Pratama Al Azhar, dr. Tiara Novianti. Dalam pemaparannya, dr. Tiara Novianti menjelaskan bahwa krisis hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah mencapai angka sistolik 180 mmHg atau lebih dan/atau tekanan darah diastolik 120 mmHg atau lebih. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat berkaitan dengan kegawatdaruratan kardiovaskular.
Krisis hipertensi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hipertensi urgency dan hipertensi emergency. Hipertensi urgency merupakan kondisi ketika tekanan darah mencapai atau melebihi 180/120 mmHg tanpa disertai kerusakan organ akut. Sementara itu, hipertensi emergency terjadi ketika tekanan darah berada pada tingkat tersebut dan disertai tanda-tanda kerusakan organ akut yang memerlukan penanganan medis segera.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda kemungkinan terjadinya kerusakan organ, antara lain nyeri dada yang tidak membaik dengan istirahat, sesak napas, bicara pelo, baal atau kesemutan yang disertai kelemahan anggota tubuh, pandangan kabur secara mendadak, perubahan status mental seperti kebingungan, serta nyeri kepala hebat.
Melalui edukasi ini, peserta diingatkan agar tidak mengabaikan gejala yang muncul dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami tanda-tanda kegawatdaruratan.
Lebih lanjut, dr. Tiara menjelaskan bahwa krisis hipertensi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya pengobatan hipertensi yang belum optimal, kurangnya kepatuhan dalam menjalani terapi, perkembangan penyakit hipertensi, serta hipertensi sekunder yang penyebabnya belum ditangani.


Oleh karena itu, peserta diimbau untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, serta menjalani kontrol kesehatan secara rutin. Peserta juga diingatkan agar tidak mengubah dosis atau menghentikan obat antihipertensi tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
Dalam materi penatalaksanaan, disampaikan bahwa hipertensi emergency membutuhkan penanganan segera di rumah sakit.
Sementara itu, hipertensi urgency umumnya ditangani dengan penyesuaian terapi antihipertensi oral berdasarkan evaluasi dokter, disertai pemantauan tekanan darah dan tindak lanjut yang terencana. Penentuan penanganan harus mempertimbangkan kondisi klinis setiap pasien.

Para peserta mengikuti penyampaian materi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan hipertensi dan pencegahan komplikasi.
Melalui kegiatan rutin bulanan ini, Klinik Pratama Rawat Jalan Al Azhar terus berupaya mendukung peserta Prolanis agar lebih memahami kondisi kesehatannya, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Diharapkan, edukasi mengenai krisis hipertensi ini dapat menjadi bekal bagi seluruh anggota Klub Prolanis Al Azhar untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda bahaya, melakukan pengendalian tekanan darah secara konsisten, dan segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami kondisi darurat. (Kiyadah/Fikri)
