BPBD Kota Surabaya Bekali Siswa SMP Muven Kesiapsiagaan Bencana

Surabaya, syiarmu.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menggelar kegiatan penyuluhan dan sosialisasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven), Senin (19/10/2026). Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini bertempat di Aula Al Husna dan diikuti oleh para siswa.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta pemahaman seluruh warga sekolah terhadap risiko dan tata cara penanggulangan bencana sejak dini.

Dalam materi penyuluhan yang disampaikan oleh tim BPBD Kota Surabaya, dipaparkan data faktual mengenai pentingnya kesiapsiagaan diri saat bencana. Merujuk pada hasil survei kejadian bencana Gempa Great Hanshin di Jepang pada tahun 1995, persentase terbesar korban selamat dalam durasi waktu kritis (Golden Time) disebabkan oleh:

  1. Kesiapsiagaan Diri Sendiri: 34,9%
  2. Dukungan Anggota Keluarga: 31,9%
  3. Teman/Tetangga: 28,1%
  4. Orang Lewat: 1,7%
  5. Regu Penolong: 0,9%
  6. Lain-lain: 2,6%

Data tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 94,9% keselamatan jiwa saat bencana ditentukan oleh kesiapsiagaan diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Siswa lalu diajak mengenali berbagai potensi ancaman bencana yang ada di sekitar Kota Surabaya, antara lain bencana Alam meliputi gempa bumi, banjir/rob, cuaca ekstrem, hingga potensi angin kencang. Ada pula bencana non-alam yang meliputi kebakaran pemukiman/gedung, kegagalan teknologi, dan wabah penyakit.

Jenis bencana terakhir adalah bencana sosial seperti konflik sosial/tawuran dan bullying di lingkungan sekolah/masyarakat.

Para siswa juga dibekali panduan praktis bertindak saat terjadi bencana. Saat gempa bumi harus menerapkan prinsip Drop, Cover, Hold On (Merunduk/berlutut, Berlindung di bawah meja yang kuat, dan Memegang kaki meja erat-erat).

Jika berada di sekolah/gedung tinggi, diimbau tidak menggunakan lift, menghindari area kaca/rak tinggi, serta menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi secara tenang.

Petugas juga menjelaskan bahaya api tak terkendali serta pencegahan kebakaran akibat korsleting listrik (hindari penumpukan steker/stop kontak) dan kelalaian di area dapur. Siswa juga diajarkan penanganan awal kebakaran dapur, seperti menutup wajan yang terbakar dengan fire blanket atau kain basah serta mematikan sumber listrik/gas.

BPBD Kota Surabaya juga mengingatkan seluruh peserta untuk memanfaatkan layanan darurat terpadu Call Center 112. Layanan ini bebas pulsa dan beroperasi 24 jam penuh untuk merespons kejadian darurat seperti kebakaran, kecelakaan, banjir, maupun kebutuhan medis darurat. Para siswa juga dibekali apa saja yang harus ada di Tas Siaga Bencana (TSB).

Siswi kelas 8D Aissa Ramadhani mengatakan bahwa sosialisasi itu sangat berguna karena para peserta bisa mengenal jenis-jenis bencana alam.

“Selain itu kami juga diajari hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi bencana, misal bencana gempa, kebakaran, cyberbullying/bullying atau tawuran, menelepon nomor 112, dan juga diajarkan cara menggunakan alat pemadam api,” imbuhnya. (Fikri)

Tinggalkan komentar