Surabaya, syiarmu.com — Dalam rangka memperkuat pembelajaran kontekstual dan membangun kesadaran mitigasi bencana sejak usia dini, siswa-siswi kelas 5 Ibnu Sina SD Muhammadiyah 7 Surabaya pada Rabu (7/10/2026) melaksanakan kegiatan kelas kolaborasi di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada para siswa mengenai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di sekitar mereka.
Kegiatan yang diikuti dengan penuh antusias oleh 18 siswa ini dikemas secara edukatif dan interaktif. Setibanya di lokasi, para siswa disambut oleh petugas BPBD yang kemudian memberikan materi dasar mengenai jenis-jenis kebencanaan, cara mengenali tanda peringatan dini, serta langkah-langkah evakuasi mandiri yang aman saat terjadi gempa bumi maupun kebakaran.


Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, para siswa kelas 5 Ibnu Sina juga diajak untuk melihat langsung sarana prasarana penanggulangan bencana, termasuk kendaraan operasional rescue dan peralatan evakuasi darurat. Beberapa siswa bahkan tampak antusias mencoba simulasi penggunaan alat keselamatan didampingi langsung oleh personel BPBD yang berpengalaman.
Wali kelas sekaligus petugas BPBD menyampaikan bahwa kegiatan kelas kolaborasi ini merupakan bagian penting dari penerapan metode pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning).

Melalui kunjungan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, keterampilan bertahan hidup (survival skills), serta karakter tangguh dan peduli terhadap keselamatan sesama.
Melalui sinergi positif antara sekolah dan instansi kebencanaan seperti BPBD ini, SD Muhammadiyah 7 Surabaya terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang cerdas, tanggap darurat, dan siap menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (Humas SDM 7/Fikri)
