Surabaya, syiarmu.com – Pada Kamis (22/10/2026) Perwakilan SMK Muhammadiyah 1 Surabaya mengikuti kegiatan Digital Peace Creator: Pelatihan Pembuatan Konten Edukatif Pelajar dalam Rangka Pencegahan Radikalisme dan Terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan yang mengusung semangat “Create Peace, Create Positivity” tersebut berlangsung di Convention Hall Arif Rahman Hakim, Jalan Arif Rahman Hakim No. 131, Surabaya. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk memahami pentingnya literasi digital sekaligus mengembangkan kemampuan dalam membuat konten edukatif yang membawa pesan positif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta penampilan seni pencak silat kebhinnekaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan, sambutan, keynote speech, pemberian cinderamata, dan sesi foto bersama.

Memasuki sesi utama, peserta mengikuti pre-test dan mendapatkan materi mengenai penguatan literasi digital melalui pembuatan konten kreatif dalam rangka pencegahan radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag.
Bagi pelajar yang sehari-hari dekat dengan media sosial, materi tersebut memiliki kaitan langsung dengan kehidupan di ruang digital. Kemampuan dalam menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi menjadi semakin penting karena sebuah konten dapat memberikan pengaruh kepada orang lain.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan konten edukatif untuk pencegahan radikalisme. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memahami bagaimana konten dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan yang positif, edukatif, dan relevan bagi generasi muda.

Pendekatan melalui konten kreatif menjadi salah satu hal yang menarik bagi pelajar, khususnya siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Pesan mengenai perdamaian, toleransi, keberagaman, dan persatuan dapat dikemas dalam berbagai bentuk, seperti video pendek, desain grafis, fotografi, maupun konten media sosial lainnya.
Selain sesi materi dan pelatihan, rangkaian acara juga diisi dengan penampilan puisi oleh Annisa Putri Ayudya, S.Psi., M.M., serta kegiatan Duta Damai Jawa Timur. Setelah pelatihan, peserta mengikuti post-test sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Annisa Putri Ayudya, S.Psi., M.M., menyampaikan apresiasi kepada para pelajar SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, khususnya jurusan DKV, atas partisipasi mereka dalam meramaikan media sosial melalui konten positif.
“Terima kasih banyak atas partisipasi kalian dalam meramaikan media sosial dengan cara yang positif. Jangan berhenti membuat konten-konten positif. Banjiri media sosial dengan prinsip CABE, yaitu Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital. Terapkan empat pilar literasi digital dalam setiap proses membuat, mengunggah, maupun mengedit konten agar media sosial semakin dipenuhi hal-hal yang bermanfaat. Jangan lupa, yang nomor satu adalah selalu mencari dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” pesannya kepada para pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, SMK Muhammadiyah 1 Surabaya diwakili oleh Habib Yusuf Al Fatih, Muhammad Dzaky El Rafif, Dyah Ayu Lestari, dan Salwatus Shifa, dengan didampingi oleh Ruly Al Akbar, S.E.
Keikutsertaan tersebut menjadi pengalaman bagi para pelajar untuk memahami bahwa kemampuan membuat konten tidak hanya berkaitan dengan kreativitas visual, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menentukan pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Hal ini menjadi relevan bagi siswa DKV yang memiliki keterampilan dalam mengolah visual dan menyampaikan informasi melalui berbagai media kreatif.
Melalui semangat “Create Peace, Create Positivity”, Digital Peace Creator mendorong pelajar untuk tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga menjadi kreator yang mampu menghasilkan konten edukatif, kreatif, dan membawa pengaruh positif di ruang digital. Dengan mengedepankan literasi digital, verifikasi informasi, serta etika dalam bermedia sosial, pelajar diharapkan dapat ikut membangun ruang digital yang damai, aman, dan penuh manfaat. (Habib Yusuf Al Fatih/Fikri)
