Surabaya, syiarmu.com – Mengawali tahun dengan semangat baru, Lembaga Pendidikan Qur’an (LPQ) Al-Islam secara resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun anggaran 2026. Rapat yang dimulai tepat pukul 15.30 ini dihadiri oleh 12 ustadz dan ustadzah yang merupakan jajaran pengajar inti, dengan tujuan untuk menyinergikan langkah dan visi lembaga dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (15/1/2026) bertempat di ruang utama Masjid Al-Islam.
Agenda utama raker kali ini menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui sesi microteaching. Para ustadz dan ustadzah mendiskusikan rencana simulasi mengajar secara berkala guna mengevaluasi metode penyampaian materi kepada santri.
Melalui microteaching, diharapkan setiap pengajar mampu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam mengajar, sehingga kualitas interaksi di dalam kelas dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan belajar para santri.

Selain kompetensi pengajar, pembaruan kurikulum juga menjadi poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Tim pengajar menyepakati adanya penyelarasan materi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi nilai-nilai keislaman.
Kurikulum 2026 dirancang untuk lebih terstruktur, memudahkan santri dalam memahami tajwid, makharijul huruf, serta pendalaman makna ayat-ayat Al-Qur’an secara lebih mendalam dan sistematis.
Dalam pemaparan program kegiatan, LPQ Al-Islam kembali memperkuat pilar-pilar utamanya melalui tiga program unggulan, yakni Tahfidz, Mabit, dan Pembelajaran Menyenangkan. Program Tahfidz akan dipacu dengan target hafalan yang lebih terukur bagi setiap jenjang.
Sementara itu, program Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa) akan dirancang lebih variatif untuk memperkuat aspek spiritualitas dan kedekatan emosional antar santri serta guru di lingkungan masjid.

Hal yang paling menarik dalam rapat ini adalah penekanan pada konsep “Pembelajaran Menyenangkan”. LPQ Al-Islam berkomitmen untuk menghapus kesan kaku dalam belajar agama.
Inovasi seperti penggunaan media digital, game edukatif, dan pembelajaran di luar ruangan (outdoor) akan lebih sering diterapkan. Tujuannya agar para santri merasa betah dan selalu antusias untuk datang mengaji setiap harinya.
Untuk menjaga standardisasi kualitas di seluruh kelas, rapat juga membahas pembaruan Standard Operating Procedure (SOP) Pembelajaran. SOP ini mencakup tata cara memulai kelas, manajemen waktu mengaji, hingga metode evaluasi hafalan santri.
Dengan adanya SOP yang jelas, diharapkan terdapat keseragaman kualitas pengajaran, sehingga siapapun ustadz yang mengajar, standar pelayanan dan kualitas ilmu yang diterima santri tetap sama baiknya.
Sisi transparansi lembaga juga menjadi sorotan dengan dipaparkannya Laporan Kas LPQ Al-Islam. Dalam sesi ini, bendahara menyampaikan laporan keuangan secara mendetail, mencakup pemasukan dari donatur, iuran, serta pengeluaran operasional selama periode sebelumnya.

Transparansi ini ditekankan sebagai bentuk amanah dalam mengelola dana umat, sekaligus sebagai dasar untuk menyusun anggaran kegiatan-kegiatan di sepanjang tahun 2026 agar berjalan lebih efektif.
Para ustadz dan ustadzah yang hadir tampak aktif memberikan masukan dan ide-ide segar selama sesi diskusi berlangsung. Suasana Masjid Al-Islam yang tenang memberikan kekhusyukan tersendiri dalam merancang masa depan lembaga. Diskusi yang hangat ini mencerminkan soliditas tim pengajar LPQ Al-Islam dalam menghadapi tantangan dakwah dan pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar masjid.
Menjelang akhir rapat, disepakati pula kalender kegiatan tahunan yang mencakup agenda-agenda besar seperti tadabur alam(wisata edukasi), peringatan hari besar Islam, hingga ujian kenaikan jilid. Sinkronisasi jadwal ini dilakukan agar seluruh program tidak berbenturan dan dapat dipersiapkan secara matang sejak jauh hari oleh seluruh panitia yang bertugas.
Kepala LPQ Al-Islam, M. Nurwahid menyampaikan “ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ke-12 Ustadz dan Ustadzah yang hadir dan terus berdedikasi dengan penuh ikhlas. Ide, gagasan, dan tenaga yang Saudara berikan adalah investasi akhirat yang tak ternilai harganya.” Ujarnya
Rapat kerja ini ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk syukur dan pengharapan agar seluruh rencana yang telah disusun mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Dengan rampungnya raker ini, LPQ Al-Islam siap melangkah di tahun 2026 dengan optimisme tinggi untuk memberikan layanan pendidikan Al-Qur’an yang profesional, transparan, dan dicintai oleh para santri. (Wahid/Fikri)
