Syawalan Penuh Makna di Kaki Gunung, SMK Mudisa Pererat Ukhuwah di Prigen

Pasuruan, syiarmu.com – Suasana sejuk pegunungan Prigen menjadi saksi hangatnya kebersamaan keluarga besar SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa) dalam agenda silaturahim Syawalan yang digelar di Tanaria Park.

Kegiatan pada Senin (30/3/2026) ini menjadi momen istimewa, tidak hanya karena sarat makna spiritual, tetapi juga karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar kota, menghadirkan nuansa berbeda yang menyegarkan jiwa.

Acara Syawalan ini merupakan agenda rutin tahunan SMK Mudisa sebagai bentuk ikhtiar mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus momentum halal bi halal untuk saling memaafkan setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.

Dengan latar hamparan hijau dan udara yang menenangkan, seluruh peserta larut dalam suasana penuh kekeluargaan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi memiliki makna mendalam sebagai upaya memperkuat nilai keutuhan dan kebersamaan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari upaya kita membangun ukhuwah. Kebersamaan ini menjadi kekuatan bagi keluarga besar SMK Muhammadiyah 1 Surabaya untuk terus melangkah dalam satu visi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan pesan penuh ketulusan. “Taqoballahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari sebagai manusia biasa, tidak lepas dari kesalahan. Mumpung masih dalam bulan Syawal, mari kita saling memaafkan,” ujarnya.

Suasana semakin khidmat ketika Istamarudin menyampaikan sambutan yang sarat dengan pesan ketakwaan. Ia mengajak seluruh peserta untuk merenungkan firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 133-134 tentang ciri-ciri orang bertakwa—yakni mereka yang gemar berinfak, mampu menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Ramadhan tidak boleh berhenti setelah bulan suci berlalu, tetapi harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiah oleh kyai H Darsono yang menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai ketakwaan dalam dunia pendidikan. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa ketakwaan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus tercermin dalam perilaku nyata.

“Taqwa itu harus tampak dalam keseharian. Datang tepat waktu, disiplin, tertib, dan menjadi teladan bagi siswa adalah bagian dari implementasi taqwa di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Rangkaian acara berlangsung penuh keakraban, diselingi canda tawa, game berhadiah, makan bersama, serta kegiatan santai yang mempererat hubungan antar guru dan karyawan.

Keindahan alam Prigen yang asri semakin menambah kekhusyukan sekaligus kebahagiaan dalam kebersamaan tersebut.

Melalui kegiatan ini, SMK Mudisa tidak hanya memperkuat hubungan antar individu, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk terus menanamkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan pendidikan.

Syawalan di Tanaria Park Prigen menjadi bukti bahwa kebersamaan yang dibangun atas dasar iman dan ketakwaan akan melahirkan kekuatan besar, mengokohkan langkah menuju masa depan pendidikan yang lebih baik, penuh keberkahan, dan diridhai Allah SWT. (Irvandy/Fikri)

Tinggalkan komentar