Perkuat Ketahanan Sosial Digital, FKPT Jatim Sampaikan Empat Usulan Strategis di Musrenbang

Surabaya, syiarmu.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa arah pembangunan Jawa Timur tahun 2027 akan difokuskan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan penguatan sektor industri.

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur 2027 yang digelar di Surabaya, Selasa (14/4/2026).

“RKPD 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi pembangunan Jawa Timur agar lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas dan dirasakan merata oleh masyarakat,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, tema pembangunan Jawa Timur tahun 2027 selaras dengan tema nasional, yakni akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri, serta penguatan pelayanan dasar untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional. Dengan jumlah penduduk lebih dari 40 juta jiwa dan kontribusi ekonomi sekitar 14,40 persen secara nasional, Jawa Timur menjadi salah satu pusat pertumbuhan utama di Indonesia.

Selain itu, posisi Jawa Timur sebagai “center of gravity” atau gerbang baru Nusantara semakin diperkuat dengan dukungan infrastruktur, seperti pelabuhan, kawasan industri, hingga jaringan transportasi yang menopang distribusi logistik ke wilayah Indonesia Timur.

Namun, Khofifah mengingatkan bahwa pembangunan daerah juga dihadapkan pada berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi seperti artificial intelligence.

“Kita harus adaptif terhadap perubahan global, termasuk memperkuat daya saing SDM, transformasi digital, serta ketahanan ekonomi daerah,” tegasnya.

Merespons hal itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Husniyatus Salamah Zainiyati, menyampaikan sejumlah masukan strategis dalam forum Musrenbang tersebut, khususnya terkait penguatan ketahanan sosial dan keamanan berbasis masyarakat.

Ia menekankan pentingnya penguatan digital parenting dalam kurikulum pendidikan keluarga sebagai langkah preventif menghadapi tantangan era digital.

“Penguatan digital parenting menjadi sangat penting agar keluarga mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif di ruang digital,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat dalam bidang keamanan siber di tingkat daerah, mengingat meningkatnya ancaman kejahatan digital dan penyebaran paham radikal melalui platform online.

“Sinergi lintas sektor dalam keamanan siber daerah harus diperkuat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial,” tambahnya.

Tak hanya itu, FKPT Jatim juga mengusulkan pemberdayaan Duta Damai dan influencer lokal sebagai agen moderasi dan penyebar narasi positif di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

“Pendekatan berbasis komunitas dan media sosial menjadi kunci dalam membangun ketahanan ideologi di era digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan pembangunan safe zone di lingkungan sekolah dan pesantren guna menciptakan ruang aman yang mendukung pembentukan karakter generasi muda yang toleran dan inklusif.

“Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang aman yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter kebangsaan dan nilai-nilai moderasi,” tegasnya. (Muha/Fikri)

Tinggalkan komentar