Surabaya, syiarmu.com – Menjelang keberangkatan jamaah calon haji tahun 2026, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Muhammadiyah Kota Surabaya menggelar pertemuan strategis pada Jumat (17/4/2026). Bertempat di Kantor KBIHU Muhammadiyah, Jalan Wuni No. 9, Surabaya, agenda pembekalan ini difokuskan bagi para Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) yang akan mendampingi Sub Kloter 52.
Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka langsung oleh Sekretaris KBIHU Muhammadiyah Surabaya, Ust. Abdur Rozaq, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa peran Karom dan Karu adalah pilar utama dalam menjaga kekompakan 143 jamaah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Senin, 4 Mei 2026 mendatang.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya yang diwakili oleh Ust. H. Marjuki, MA, memberikan arahan krusial mengenai fase puncak haji. Beliau menyoroti persiapan fisik dan mental jamaah saat menghadapi masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) serta teknis pelaksanaan Tarwiyah.

”Ketahanan fisik dan pemahaman rukun harus sejalan. Karom dan Karu wajib menjadi penunjuk jalan sekaligus pelindung bagi jamaah agar prosesi di Armuzna berjalan sesuai syariat dan tetap aman secara medis,” tegas Ust. Marjuki.
Ketua KBIHU Muhammadiyah Surabaya, Ust. Drs. H. Luqmanto, memaparkan detail teknis terkait daftar manifes dan skema pemberangkatan. Beliau menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara Karom dan Karu.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan haji sangat bergantung pada komunikasi dua arah yang cair. Tidak boleh ada ego sektoral; setiap kendala di lapangan harus segera dikoordinasikan agar jamaah tidak merasa telantar.


Melengkapi pembekalan tersebut, Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh (LPHU), Ust. Drs. H. Suba’i, membedah teknis operasional selama berada di Mekkah. Hal ini meliputi pengaturan jadwal makan, transportasi bus shalawat, hingga pembagian jadwal ziarah.
”Kami ingin memastikan tidak ada kesalahpahaman teknis antara petugas dan jamaah. Karom dan Karu harus mampu menerjemahkan kebijakan KBIHU kepada jamaah dengan bahasa yang menyejukkan agar suasana ibadah tetap kondusif,” ujar Ust. Suba’i.
Dengan pembekalan ini, 143 jamaah Muhammadiyah Surabaya yang tergabung dalam Sub Kloter 52 diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai Haji Mabrur. Semangat “Nashrun Minallah Wa Fathun Qoriib” menjadi penutup sekaligus doa penguat bagi para petugas yang akan melayani tamu Allah tahun ini. (Sutikno/Fikri)
