Surabaya, syiarmu.com – Ustaz H. Soedjono, M.Pd., sosok yang dikenal luas sebagai “Dai Sejuta Parikan”, resmi meluncurkan buku dakwah terbarunya. Karya ini hadir sebagai media dakwah kultural yang secara kreatif memadukan nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal melalui seni parikan (pantun Jawa).
Ustaz Soedjono, yang juga merupakan anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, memang dikenal aktif menyampaikan pesan-pesan spiritual. Melalui program “Tahajud Call” yang rutin dibagikan setiap dini hari di berbagai media sosial, ia telah membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Buku ini berisi kumpulan artikel mini yang disusun secara tematis. Keunikannya terletak pada kolaborasi antara Parikan yang ringan dan segar, Ayat Al-Qur’an dan Hadis sebagai fondasi hukum, dan Doa serta Refleksi Kehidupan sehari-hari.
Terdapat lebih dari seratus judul yang membahas tema-tema esensial seperti hakikat syukur, kekuatan kesabaran, keikhlasan hati, hingga pentingnya menjaga akhlak mulia dalam bermasyarakat.

Setiap bab dalam buku ini diawali dengan parikan yang komunikatif agar pesan dakwah terasa lebih cair. Salah satu contoh parikan yang dimuat berbunyi:
“Ngombe es jus tomat,
nang warunge Pak Samad.
Yen pingin uripmu berkat,
kudu niat lan semangat.”
Pesan sederhana tersebut kemudian dibahas lebih dalam melalui perspektif spiritual yang relevan dengan problematika hidup masyarakat saat ini. Pendekatan yang santai dan penuh humor ini dinilai efektif membuat nilai-nilai agama lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Selain berfungsi sebagai media syiar, kehadiran buku ini juga dinilai sebagai langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal, khususnya tradisi parikan yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
Acara peluncuran buku tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Ustaz Soedjono dalam meramu dakwah, pendidikan, dan budaya ke dalam satu karya yang inspiratif.
“Ini adalah upaya luar biasa dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur agama dengan kekayaan budaya kita,” pungkasnya. (Eka/Fikri)
