Surabaya, syiarmu.com – Menyambut momentum pergantian tahun baru Islam, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Babat Jerawat bersama Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Babat Jerawat menggelar acara silaturahhim dan kajian Islam. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Masjid At Taqwa, Pondok Benowo Indah blok JJ/23, Surabaya, pada Ahad (21/6/2026) mulai pukul 08.00 WIB.
Acara kali ini mengusung tema “Makna Tahun Baru 1448 H dalam Perspektif Historis dan Dunia Kekinian” dengan menghadirkan Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag. sebagai mubalig utama.

Dalam sambutannya, Ketua PRM Babat Jerawat, Ustadz Helmy Wahyudi, SKM menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jamaah yang hadir. Ia mengajak umat Muslim untuk menjadikan momen pergantian tahun ini sebagai waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri.
“Kami berharap para jamaah sekalian bisa melakukan muhasabah diri pada momentum tahun baru Islam 1448 H ini, sekaligus terus berupaya meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Memasuki sesi inti kajian, Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag. memaparkan materi secara komprehensif, memadukan catatan sejarah Islam dengan realitas kehidupan modern. Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan dalam kajian tersebut.
Penetapan awal kalender Hijriyah dimulai pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, dengan mengambil momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal penanggalan.

Sesampainya di tempat tujuan migrasi, Rasulullah SAW langsung melakukan perubahan besar yang diawali secara simbolis dengan mengubah nama kota Yathrib menjadi Madinah Al Munawaroh.
Dr. Mahsun mengingatkan jamaah untuk senantiasa berprasangka baik dalam berdoa. Beliau menjelaskan bahwa Allah SWT mengabulkan doa hamba-Nya dalam tiga bentuk:
- Dikabulkan secara langsung.
- Ditunda waktunya (untuk saat yang paling tepat).
- Dikabulkan dalam bentuk atau hal lain yang lebih baik.
Di akhir kajiannya, mubalig menekankan bahwa esensi hijrah harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui tiga sikap utama:
- Komitmen Berubah
Siap meninggalkan segala sikap atau kegiatan yang tidak terpuji menuju sikap atau kegiatan yang terpuji. - Keberanian Memulai
Siap dan berani memulai hal-hal baik, walau bermula dari sesuatu yang kecil. - Prinsip Progresif
Menanamkan tekad bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
(Fikri)
