Oleh: Moch.Yusuf, S.Th.I
Sekretaris Masjid Al Muttaqin
Menjadi seorang marbot bukan sekadar pekerjaan menjaga kebersihan masjid. Di balik kesederhanaan penampilannya, terdapat ketulusan, kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab besar yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang.
Marbot adalah penjaga ritme kehidupan masjid. Ketika sebagian besar masyarakat masih terlelap, mereka sudah bangun untuk membuka masjid, menyiapkan fasilitas, dan memastikan jemaah dapat beribadah dengan nyaman. Kehidupan mereka seolah menyatu dengan lima waktu salat, sehingga kedisiplinan menjadi bagian dari keseharian.


Lebih dari itu, marbot juga sering menjadi tempat masyarakat berbagi cerita. Mereka mendengar keluh kesah tentang persoalan keluarga, ekonomi, hingga berbagai masalah kehidupan. Dalam diam, mereka menjadi pendengar yang menjaga cerita dan kepercayaan jemaah.
Yang menarik, pengabdian tersebut sering dilakukan dengan imbalan yang terbatas. Namun, banyak marbot tetap menjalankan tugasnya dengan ikhlas karena memandang pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dan masyarakat. Bagi mereka, keberkahan dan ketenangan hati tidak selalu dapat diukur dengan materi.
Seorang marbot juga dituntut serba bisa. Ia dapat menjadi teknisi ketika sound system bermasalah, mengatasi persoalan saluran air, menjaga keamanan masjid, hingga menggantikan muazin atau imam ketika diperlukan. Semua dilakukan agar aktivitas ibadah tetap berjalan dengan baik.
Pada akhirnya, rahasia seorang marbot bukan terletak pada apa yang mereka miliki, tetapi pada ketulusan dalam melakukan hal-hal yang sering tidak diperhatikan orang lain. Karena itu, sudah semestinya keberadaan marbot tidak hanya dipandang sebagai pelengkap pengelolaan masjid, melainkan sebagai bagian penting dari kehidupan dan pelayanan umat.

Semoga setiap langkah, keringat, kesabaran, dan pengorbanan para marbot menjadi amal yang terus mengalir dan mendapat balasan terbaik dari Allah.
Mari kita ikut mengambil bagian dalam kebaikan. Bagi yang berkenan, mari bersama-sama mendukung pembangunan Masjid Al Muttaqin melalui donasi terbaik yang kita mampu. Sekecil apa pun yang kita berikan, semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan menjadi bagian dari berdirinya rumah Allah yang bermanfaat bagi umat.
Mari bersedekah, mari membangun Masjid Al Muttaqin. Semoga Allah menerima setiap niat dan amal kebaikan kita. (Yusuf/Fikri)
