Surabaya, syiarmu.com – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan menyelenggarakan kegiatan Pengajian Keluarga Sakinah pada Ahad (4/10/2026), bertempat di Masjid Al-Huda, Jl. Babadan Rukun No. 77, Surabaya. Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB ini mengusung tema “Keluarga Islami di Era Digital: Membangun Ketahanan Keluarga di Tengah Perubahan Sosial dan Teknologi”.
Hadir sebagai penceramah utama, Dr. M. Fazlurrahman Hadi, Lc., M.Pd.I. dari Tim Penjamin Mutu dan Akademik Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya peran ilmu dan akhlak dalam membina rumah tangga sebagai benteng utama pertahanan bangsa dan negara.
Dalam paparan perdananya, DR. M. Fazlurrahman Hadi menyampaikan bahwa salah satu faktor utama yang memicu kekacauan suatu negara berawal dari keretakan dalam skala terkecil, yaitu keluarga. Permasalahan ini bermula dari ranah personal ketika seseorang bingung atau enggan menuntut ilmu dan pengetahuan.

“Rumah tangga adalah bentuk muamalah dengan manusia yang paling lama, karena kita bertemu setiap hari. Jika seorang pemimpin rumah tangga tidak memiliki cukup ilmu, maka akan terjadi kesalahan fatal dalam menjalankan kepemimpinannya,” ujar beliau.
Menanggapi hal tersebut, beliau mengutip 12 Langkah Muhammadiyah yang dirumuskan oleh KH. Mas Mansyur, khususnya Langkah Ketiga: Memperbuahkan Budi Pekerti. Menurutnya, akhlak terpuji harus diwujudkan dan dibudayakan di dalam rumah tangga, sebagaimana penegasan Allah SWT dalam QS. Al-Qalam ayat 4:
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
Agar akhlak dan karakter ketahanan keluarga tetap terjaga di tengah arus perubahan zaman, Dr. M. Fazlurrahman Hadi memaparkan empat ikhtiar utama yang harus diterapkan:
- Menanamkan Rasa Takut kepada Allah SWT
Akhlak mulia tidak akan pernah muncul secara tulus kepada siapa pun tanpa didasari rasa takut (taqwa) dan khawatir kepada Allah SWT dalam segala bentuk keadaan dan situasi.
- Menjadi Teladan Melalui Perbuatan dan Dakwah yang Santun
Kepemimpinan keluarga wajib diwujudkan melalui teladan perbuatan nyata. Beliau mengajak jemaah untuk gemar membaca sirah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, serta mengutip hadits Rasulullah SAW:


“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.”
Beliau juga menegaskan, jika kepada Allah dan malaikat saja seseorang tidak amanah, apalagi hubungan antar sesama manusia.
- Menjalankan Kepemimpinan Secara Bertahap dan Berkualitas
Proses pembinaan keluarga hendaknya dilakukan secara bertahap (sedikit demi sedikit namun berkualitas). Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Fathir ayat 32 mengenai tiga tingkatan hamba yang mewarisi Kitab Suci: ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang berada di pertengahan, dan ada pula yang berlomba-lomba dalam kebaikan atas izin Allah.

- Menyampaikan Keteladanan Berdasarkan Dalil untuk Memperkuat Iman
Setiap pendidikan karakter dalam rumah tangga hendaknya memiliki landasan dalil yang kuat agar iman keluarga semakin kokoh. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra ayat 7:
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri.”
Pada akhir kajian, beliau mengingatkan bahwa kelak setiap manusia hanya akan menjadi cerita setelah tiada. Oleh karena itu, berbuat baik hari ini adalah bentuk ikhtiar nyata demi perbaikan generasi mendatang. (Fikri)
