Surabaya, syiarmu.com – Mahasiswa KKN PCR Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) yang berlokasi di Jl. Wonorejo IV No. 97, Surabaya, telah resmi mengakhiri masa tugasnya. Penutupan ini menandai berakhirnya program pengabdian yang telah berlangsung selama satu bulan penuh, meninggalkan jejak dan kontribusi yang berharga bagi Amal Usaha Muhammadiyah di Cabang Tegalsari.
Acara penutupan pada Ahad (24/8/2025) ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UMSurabaya, PCM, PCA, Mahasiswa KKN PCR dan beberapa perwakilan dari AUM di Tegalsari. Acara ini menjadi momen bagi para mahasiswa untuk berpamitan dan menyerahkan hasil kerja mereka kepada PCM Tegalsari.
Program ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah, sekaligus memberikan solusi praktis terhadap permasalahan sosial yang ada di wilayah tersebut.

Ketua PCM Tegalsari Sofyan Affandy Yusuf menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) yang telah membantu atas pengabdiannya di wilayah Tegalsari.
“Tetapi dengan adanya mahasiswa KKN ini kami sangat terbantu untuk berkolaborasi kegiatan PCM salah satunya seperti Kajian Ahad pagi. Semoga dengan adanya mahasiswa KKN ini dapat memberikan kebermanfaatan bagi kita”, ujarnya.
Ketua PCA Tegalsari Nur Hasanah turut menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah melaksanakan kegiatan dan mau berkolaborasi di rumah pelatihan terapi wajah.
“Semoga dengan kolaborasi kegiatan ini bisa menjadikan ajang silaturrahmi antar ibunda PCA dengan mahasiswa KKN yang suatu saat kami bisa berjumpa di lain waktu,” imbuhnya.


DPL Kelompok 34, Dr. Rifa’atul Maftuhah, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan tidak terasa sudah 1 bulan berlalu telah melaksanakan kegiatan disini.
“Saya sampaikan terima kasih kepada cabang Tegalsari yang sudah memberikan kami kesempatan untuk melaksanakan program KKN kami dari UMSurabaya. Dalam program tersebut memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi cabang tegalsari, terlepas dari itu saya mewakili pihak UMSurabaya menyampaikan permohonan maaf atas tindakan ataupun sikap kami yang kurang berkenan di hati para bapak/ibu sekalian. Semoga hubungan silaturrahmi ini dapat disambung lagi lain waktu,” tutupnya. (Muhammad Rizki/Fikri)
