Malang, syiarmu.com – Sebuah langkah strategis kembali ditorehkan oleh SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA) dalam upayanya membangun kualitas dan prestasi. Pada Jumat (12/9/2025) rombongan besar yang terdiri dari 50 peserta berangkat menuju SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang untuk melaksanakan studi tiru.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi merupakan misi besar SMK MUDISA untuk menyerap energi perubahan, menggali ilmu, dan belajar langsung dari salah satu sekolah Muhammadiyah terbesar dan paling berkembang di Jawa Timur.
Sejak rombongan tiba, suasana keakraban begitu terasa. Kepala sekolah, guru, hingga seluruh warga SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen menyambut hangat kehadiran tamu istimewa dari Surabaya ini.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Arif Luqman Hakim, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah Muhammadiyah memiliki semangat untuk terus bersinergi dan saling menguatkan.

“Kami merasa sangat terhormat dengan kehadiran SMK MUDISA. Di sini kami tidak hanya berbagi informasi, tetapi juga berbagi semangat, pengalaman, dan inspirasi. Dengan saling berbagi, kita yakin sekolah Muhammadiyah akan semakin maju dan unggul bersama,” ungkapnya.
Kepala SMK MUDISA, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., dengan penuh semangat menyampaikan apresiasi luar biasa atas sambutan hangat sekaligus kekaguman mendalam terhadap perkembangan pesat SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa berada di sini. Kami melihat langsung bagaimana SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tumbuh menjadi sekolah besar dengan jumlah siswa lebih dari 1.400 orang. Fasilitasnya luar biasa: lahan luas lebih dari 1,2 hektare, memiliki dua kampus, laboratorium modern, bengkel besar, hingga teaching factory yang benar-benar hidup dan menghasilkan omzet yang fantastis. Inilah inspirasi besar bagi kami,” ucapnya penuh kekaguman.

Irvandy menegaskan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari “ngaso kaweruh”, istilah Jawa yang bermakna menimba ilmu sebanyak-banyaknya. “Harapan kami, SMK MUDISA juga bisa berkembang cepat, maju, dan besar seperti SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. InsyaAllah, dengan kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja cerdas, mimpi itu bisa terwujud,” ujarnya.
Kegiatan studi tiru ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah terus hidup. Tidak ada kata pesaing, yang ada hanyalah sesama pejuang pendidikan Muhammadiyah yang saling menguatkan.
Rombongan SMK MUDISA tidak hanya mendapatkan paparan materi, tetapi juga diajak berkeliling meninjau berbagai fasilitas unggulan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen: mulai dari ruang praktik, laboratorium canggih, bengkel besar, hingga teaching factory yang menjadi pusat pembelajaran sekaligus kewirausahaan siswa.
Suasana semakin hangat ketika sesi tanya jawab berlangsung, di mana guru dan karyawan dari kedua sekolah saling bertukar pengalaman dan strategi.
Acara diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama yang penuh keakraban. Rasa haru dan semangat menyelimuti kedua belah pihak. Studi tiru ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menyulut semangat baru untuk menjadikan SMK MUDISA semakin unggul dan siap bersaing di era global.
Dengan kunjungan ini, SMK MUDISA membuktikan bahwa belajar dari sekolah besar bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti keseriusan untuk terus bertumbuh dan berlari lebih cepat. Dan siapa yang tahu, mungkin suatu saat nanti, SMK MUDISA akan menjadi sekolah yang justru menjadi tujuan studi tiru sekolah-sekolah lain di Indonesia. (Irvandy/Fikri)
