Kiai Saad Ibrahim Ajak Hadirin Kajian Pencerah Menjaga Kesehatan Jiwa

Surabaya, syiarmu.com – Pada Ahad (28/9/2025) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya mengadakan Kajian Pencerah. Agenda bulanan tersebut kali ini diadakan di depan SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, jalan Dupak Bangunsari No. 50-54 Surabaya. Mubaligh pada kajian itu adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr KH Saad Ibrahim MA. Tema yang disampaikan adalah Menjadi Sehat dengan Al-Qur’an.

Di dalam Al-Qur’an ada empat ayat yang berkaitan dengan obat atau penyembuhan. Ayat tersebut adalah surah Yunus ayat 57, An-Nahl ayat 69, Al-Isra’ ayat 82, dan Fushshilat ayat 44. Dari keempat ayat tersebut terdapat tiga ayat yang berkaitan dengan penyembuhan jiwa dan hanya satu ayat yang berkenaan dengan pengobatan fisik yaitu An-Nahl ayat 69.

“Hal itu menunjukkan bahwa kesehatan jiwa lebih utama. Kalau jiwa kita sehat, fisik pun juga akan sehat pula. Lirik Indonesia Raya juga diawali dengan bangunlah jiwanya baru bangunlah badannya,” imbuhnya.

Ibnu Sina lebih mengutamakan kesehatan jiwa. Sakit itu datangnya kemudian. Manusia didesain oleh Allah untuk sehat.

Manusia memiliki dua potensi psikis. Potensi pertama adalah manusia mengakui adanya Allah. Allah berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 172 yang artinya:

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Potensi kedua yakni fitrah manusia berpihak kepada kebenaran dan kebaikan. Dalam diri manusia ada ayat atau tanda-tanda kebesaran Allah. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam surah Fushshilat ayat 53 yang artinya:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa (Al-Qur’an) itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Setiap manusia diberikan nikmat. Dua di antaranya adalah jantung yang berdetak terus-menerus bertahun-tahun dan mekanisme syaraf yang bekerja secara real time. “Nikmat tersebut merupakan fenomena. Jangan berhenti pada fenomena, harus sampai pada nomena,” tambahnya.

Ada nikmat atau hidayah yang berada di luar tubuh. Salah satunya adalah keberadaan alam semesta. Bumi ini hanyalah sebutir pasir di alam semesta. Hidayah kedua adalah Islam. “Orang yang mampu memadukan hidayah di dalam dan luar diri akan sehat di dunia dan selamat di akhirat,” ucapnya.

Allah berfirman dalam surah Asy-Syu’ara’ ayat 80 yang artinya “Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.”

Pada ayat sebelumnya yakni ayat 79 Allah berfirman yang artinya “Dia (pula) yang memberiku makan dan minum”

Makan dan minum merupakan urusan fisik. Makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Sebab sakit paling dekat adalah segala hal yang dimakan termasuk cara, proses, dan waktu makannya.

Setelah itu, hadirin dijelaskan tentang konsep hidup. Ruh ada terlebih dahulu, baru kemudian fisik. Ruh ketika ada berada di alam transendental. Dalam surah Al-Mu’minun ayat 12-14 Allah menjelaskan tentang penciptaan manusia.

Jelang akhir kajian, hadirin dijelaskan bahwa Al-Qur’an adalah adz-dzikr (pengingat). Dzikir paling lama adalah membaca Al-Qur’an. Hadirin juga diajak untuk membaca Al-Qur’an secara urut.

“Kalau biasa seperti itu, maka akan ada target. Lebih baik istiqomah membaca Al-Qur’an dengan jumlah ayat yang sedikit daripada mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu satu hari, tetapi tidak membaca Al-Qur’an lagi dalam waktu yang lama,” tutupnya. Kajian diakhiri dengan membaca doa khatam Al-Qur’an bersama-sama.

Kajian ini juga disemarakkan oleh sejumlah penampilan siswa dan stan UMKM. Saat sambutan, Ketua PCM Krembangan Akhwan Hamid SPd MPdI mengucapkan terima kasih kepada hadirin dan panitia yang menyiapkan acara. “Kami mohon maaf bila ada sesuatu yang kurang berkenan dalam pelaksanaan kajian ini,” imbuhnya.

Ketua PDM Surabaya yang diwakili Suhadi M. Sahli MPdI menyampaikan terima kasih kepada ustadz Saad yang berkenan hadir. “InsyaAllah berkah ilmunya,” tambahnya.

Beliau juga mengimbau agar Kajian Pencerah ini diikuti warga Muhammadiyah Surabaya. “Jangan mengadakan acara saat Ahad keempat. Didiklah anak melalui sekolah Muhammadiyah. Kalau berobat, usahakan di RS PKU Muhammadiyah,” pungkasnya. (Fikri Fachrudin)

Tinggalkan komentar